Hujan mengguyur tempat-tempat penampungan darurat yang didirikan oleh keluarga pengungsi Lebanon di sepanjang tepi laut Beirut pada Minggu (15/3/2026). Cuaca buruk membuat kasur, pakaian, dan berbagai barang milik para pengungsi basah setelah air hujan menembus penutup tenda darurat. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
Sejumlah keluarga yang mengungsi terlihat bertahan di area tepi laut Corniche dengan tempat berlindung seadanya, sebagian hanya menggunakan terpal plastik yang dipasang di bawah pohon. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh
Salah seorang pengungsi, Mohammad Marie (41), warga Nabatieh, mengatakan badai angin yang terjadi pada malam sebelumnya menerbangkan terpal plastik yang menutupi tempat tidurnya. “Saya jatuh sakit karena hujan ini, dan mungkin akan terus hujan selama seminggu, jadi ke mana saya akan pergi?” kata Marie. “Saya tidak punya tempat berlindung kecuali di sini, di bawah pohon ini,” tambahnya. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh
Di sepanjang kawasan Corniche, para pengungsi terlihat membentangkan pakaian dan selimut untuk dikeringkan ketika hujan sempat reda. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh
Situasi kemanusiaan di Lebanon memburuk setelah negara itu terseret ke dalam konflik Timur Tengah pada 2 Maret lalu. Kelompok milisi Hezbollah meluncurkan serangan ke Israel dengan alasan membalas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh