Wamenperin Ungkap Tak Semua Tekstil RI Bebas Tarif AS
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengungkapkan, fasilitas tarif nol persen untuk produk tekstil Indonesia ke Amerika Serikat (AS) tidak berlaku untuk seluruh jenis barang. Keringanan tarif tersebut hanya diberikan pada komoditas tertentu, terutama bahan baku berbasis kapas.
Ia menjelaskan, kesepakatan tarif 0% yang tercantum dalam kerja sama dagang Indonesia-Amerika Serikat melalui skema Agreement Reciprocal Tariff (ART) hanya berlaku untuk kapas dan turunannya.
"Iya, tapi yang bahan baku kapas itu saja yang nol persen. Jadi, tetap (ada yang kena 19%)," ujar Faisol saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Dalam hal ini, produk tekstil hilir seperti pakaian jadi masih berpotensi dikenakan tarif impor oleh Amerika Serikat. Besaran tarifnya disebut mencapai 19%, meski hingga kini detail penerapannya masih dinegosiasikan oleh kedua negara.
Faisol mengatakan, pembahasan teknis mengenai implementasi kesepakatan tersebut masih berlangsung di level tim perunding.
"Ini secara teknis masih dalam pembahasan sebenarnya. tapi gambaran umumnya yang bahan baku kapas itu (tarif) nol (persen). Tim negosiasi masih memperjuangkan, pembahasan teknisnya masih berlangsung," jelasnya.
Perlu diketahui, kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat ini menggunakan mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ). Melalui skema tersebut, produk tekstil dan garmen asal Indonesia dapat masuk ke pasar AS dengan tarif nol persen, tetapi hanya untuk volume impor tertentu.
Besaran kuota tersebut ditentukan berdasarkan jumlah bahan baku tekstil yang diimpor Indonesia dari Amerika Serikat, seperti kapas (cotton) dan serat buatan (man-made fiber).
Seluruh ketentuan kerja sama ini telah dituangkan dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang telah ditandatangani kedua negara.
(wur/wur) Add
source on Google