Internasional

Sekutu Iran Menggila, Hujani Israel & Target AS dengan Roket

Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
Jumat, 13/03/2026 11:05 WIB
Foto: Ribuan orang disebuah desa selatan Khirbet Selm pada hari Selasa (9/1/2024) hadiri pemakaman komandan Hizbullah Wissam Al-Tawil yang tewas karena serangan pesawat tak berawak pada pasukan Israel sehari sebelumnya. (AP Photo/Hussein Malla)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok-kelompok milisi Syiah sekutu Iran di Timur Tengah meningkatkan serangan terhadap Israel dan kepentingan Amerika Serikat (AS), menandai eskalasi baru konflik regional yang semakin meluas. Serangan dilakukan oleh sejumlah kelompok yang selama ini menjadi bagian dari aliansi "Poros Perlawanan" yang didukung Teheran.

Analis Carnegie Middle East Center Mohanad Hage Ali mengatakan jaringan milisi yang dibangun Iran memang dirancang untuk menghadapi situasi konflik besar seperti sekarang.

"Iran membangun Poros untuk momen seperti ini. Jika rezim Iran dihancurkan, tidak akan ada yang tersisa dari Poros," ujarnya, seperti dikutip Reuters, Jumat (13/3/2026).


Dalam beberapa hari terakhir, kelompok Hizbullah di Lebanon bersama unsur Garda Revolusi Iran melancarkan serangan roket besar-besaran ke Israel. Sekitar 200 roket ditembakkan dalam satu gelombang serangan, sementara militer Israel menyebut sebagian besar proyektil berhasil dicegat sistem pertahanan udara mereka.

Militer Israel juga menyebut serangan tersebut melibatkan puluhan drone yang diarahkan ke berbagai target di wilayah Israel. Meski begitu, sebagian besar roket berhasil diintersepsi dan dampak kerusakan yang ditimbulkan relatif terbatas.

Serangan Hizbullah ini terjadi di tengah konflik yang lebih luas antara Iran dan Israel. Sebelumnya, Israel juga melancarkan serangan udara yang menargetkan infrastruktur militer Iran di sejumlah wilayah negara tersebut.

Eskalasi konflik juga terlihat dari serangan langsung Iran ke target Israel. Rentetan rudal dilaporkan menghantam sejumlah wilayah, termasuk Tel Aviv, memicu ledakan dan sirene peringatan serangan udara di berbagai kota.

Sementara itu di Irak, milisi Syiah yang beroperasi di bawah payung "Perlawanan Islam di Irak" juga meningkatkan serangan terhadap kepentingan AS. Dalam pernyataan terbaru, kelompok tersebut mengklaim telah melakukan puluhan serangan menggunakan drone dan roket terhadap pangkalan militer yang terkait dengan AS di kawasan tersebut.

Sejumlah sumber keamanan Irak menyebut serangan milisi juga mulai menyasar sektor energi. Dua drone dilaporkan menghantam ladang minyak Majnoon di Irak selatan, yang dioperasikan oleh perusahaan AS KBR. Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam insiden tersebut.

Serangan lain juga menargetkan fasilitas diplomatik AS di dekat Bandara Internasional Baghdad serta pangkalan militer AS di dekat Erbil, wilayah Kurdistan Irak.

Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman, sekutu penting Iran lainnya, belum terlibat langsung dalam eskalasi terbaru. Namun pemimpin mereka, Abdul Malik al-Houthi, sebelumnya menyatakan kelompok tersebut siap bertindak secara militer jika situasi mengharuskannya.


(luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

VIdeo: Israel Bom Kantor Presiden & Dewan Keamanan Iran