ESDM Resmi Buka Posko Nasional BBM-LPG Cs Ramadan & Idulfitri 2026

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Kamis, 12/03/2026 12:04 WIB
Foto: Konferensi pers pembukaan Posko Nasional Sektor ESDM Periode Hari Raya Idul Fitri 2026. (Tangkapan Layar Youtube/KementerianESDM)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) dan juga PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) membuk Posko Nasional Satgas Ramadan dan Idulfitri (Satgas Rafi) 2026.

Ketua Posko Nasional Ramadan & Idulfitri 2026, Erika Retnowati membeberkan, bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral telah menerbitkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 116.K/HK.02/MEM.S/2026 tentang Tim Posko Nasional Sektor ESDM dalam rangka koordinasi pengawasan, penyediaan dan pendistribusian bahan bakar minyak, gas, listrik serta mitigasi bencana geologi untuk mengamankan Hari Raya Idul Fitri 2026.

"BPH Migas ditunjuk sebagai Ketua Posko Nasional Sektor ESDM untuk Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026, tentunya dengan support Bapak Ibu dari unit-unit baik di lingkungan Kementerian ESDM maupun dari badan usaha dan juga instansi di luar Kementerian ESDM," terang Erika dalam Konfrensi Pers Posko Nasional Ramadan dan Idul Fitri 2026, Kamis (12/3/2026).


BBM

Berkaitan dengan suplai dan pasokan BBM, berdasarkan rapat koordinasi selama periode posko ini BPH Migas dan Pertamina menyiagakan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU dan 72 DPPU serta menyiagakan fasilitas tambahan di wilayah-wilayah dengan demand yang tinggi.

"Secara umum kondisi ketahanan stok BBM aman baik gasoline, gasoil, kerosene maupun avtur. Proyeksi dinamika kebutuhan BBM selama periode posko ini diperkirakan gasoline akan naik sekitar 12% dari kondisi normal, sedangkan gasoil akan turun sekitar 14,5% dari kondisi normal. Adapun avtur diperkirakan akan naik 2,8% dan kerosene naik 4,2%," ungkap Erika.

LPG

Kementerian ESDM dalam hal ini Ditjen Migas dan Pertamina juga menyiagakan 40 terminal LPG, 757 SPBE dan 6.662 agen LPG. Prognosa ketahanan stok LPG dalam kondisi aman dan kondisi LPG ini dipertahankan tetap stabil selama periode Ramadan dan Hari Raya Idulfitri serta kesiapan agen dan pangkalan LPG siaga 24 jam khususnya di wilayah dengan demand yang tinggi.

"Proyeksi penyaluran LPG selama periode posko diprediksi mengalami kenaikan sekitar 4% jika dibandingkan dengan rata-rata penyaluran normal," tegas Erika

Gas

Untuk subholding gas atau PGN Group berkomitmen untuk terus menyalurkan gas bumi kepada lebih dari 3.290 pelanggan komersial dan industri, lebih dari 2.900 pelanggan kecil, lebih dari 818.000 sambungan gas rumah tangga dan lebih dari 9 pembangkit listrik termasuk PLN Group melalui 33.400 kilometer jaringan pipa gas terintegrasi, 13 SPBG, 3 MRU dan 3 terminal LNG yang tersebar di 18 provinsi dan 74 kabupaten kota secara handal dan aman.

"Diprediksi akan terjadi penurunan volume niaga sebesar 4,8% dibandingkan dengan realisasi Rafi tahun 2025," jelas Erika.

Ketenagalistrikan

Posko Nasional mencatat, prognosa kondisi pasokan tenaga listrik pada sistem nasional selama periode Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026 pada kondisi aman dengan beban puncak sebesar 47.198 megawatt, daya mampu pasok sebesar 51.608 megawatt sehingga terdapat cadangan total sebesar 4.410 megawatt atau 9,3%.

Proyeksi pada hari H Idulfitri juga aman dengan beban puncak sebesar 35.017 megawatt dan daya mampu sebesar 51.967 megawatt sehingga terdapat cadangan total sebesar 16.950 megawatt atau 48,4%.

"Pada tanggal hari H Idul Fitri diproyeksikan beban puncak tumbuh 5,46% dari tahun 2025, namun lebih rendah 29% dari hari-hari normal," ungkap Erika.

Kondisi Geologi

Saat ini sudah dibentuk tim tanggap darurat bencana geologi yang akan merespon dengan cepat setiap bencana yang terjadi dan siaga dalam waktu 24 jam dan meningkatkan pemantauan gunung api secara cermat di beberapa gunung api yang aktif.

"Kami tentunya berharap bahwa segala hal baik di atas dapat selalu terjaga dan kita terus melakukan segala upaya antisipasi terutama di wilayah yang mayoritas merayakan Hari Raya Idulfitri, daerah wisata yang menjadi destinasi masyarakat, jalur lintas utama maupun logistik serta wilayah rawan kemacetan maupun rawan bencana," jelas Erika.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: OJK Bakal Batasi Masa Jabatan Tenaga Kerja Asing di Perbankan


Related Articles