MARKET DATA

Amran Borong 10 Unit Alat Panjat Kelapa Pengganti Monyet dari ITS

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
12 March 2026 13:55
Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Kapolri, Irjen Pol Anwar temui Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di Kantor Kementan, Jakarta, Rabu (11/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Kapolri, Irjen Pol Anwar temui Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di Kantor Kementan, Jakarta, Rabu (11/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mulai mendorong penggunaan teknologi untuk menggantikan metode tradisional, termasuk penggunaan monyet dalam proses panen. Ia bahkan langsung memesan alat panjat kelapa hasil inovasi perguruan tinggi tersebut untuk diuji coba di lapangan.

Amran mengatakan, alat tersebut merupakan inovasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang dirancang membantu petani memanen kelapa dengan lebih aman dan efisien.

"Dari ITS, ada alat panjat kelapa, karena kelapa sekarang demandnya lagi tinggi di tingkat dunia, ekspor kita naik. Ada alat panjat, jadi tidak menggunakan lagi monyet, tapi ada alat baru, kami langsung minta 10 unit uji coba," kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Ia menyebut, pembelian alat tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah memanfaatkan inovasi teknologi dari kampus untuk kebutuhan petani.

"Kami ada sudah MoU dan banyak penemuan-penemuan baru dari kampus. Kami langsung membeli. Jadi ini aksi nyata," ujarnya.

Amran menegaskan, Kementerian Pertanian ingin memastikan hasil riset perguruan tinggi tidak berhenti sebagai penelitian, tetapi langsung dimanfaatkan di lapangan.

"Bukan kita hanya dalam khayalan, tapi kita beli langsung sesuai kebutuhan petani Indonesia," ucap dia.

Saat ditanya mengenai anggaran pengadaan alat tersebut, Amran mengatakan pemerintah telah memesan sejumlah unit untuk tahap awal.

"10 dulu aku beli. Harganya rahasia. Masih nego," ujarnya.

Menurutnya, penggunaan alat panjat kelapa penting untuk mengurangi risiko yang selama ini dihadapi petani saat memanen secara manual. Ia bahkan curhat kalau dirinya dulu sempat mengembani pekerjaan memanjat pohon kelapa.

"Oh iya. Itu berisiko orang panjat. Saya dulu kerja.. aku panjat kelapa. Kalau kelapa, pas kita naik belum ada angin, tapi begitu di atas ada angin. Kita berdoa di atas, semua doa-doa keluar. Nah, kemudian ada juga gunakan monyet. Nah sekarang kita gunakan alat-alat," kata Amran.

Ia menilai penggunaan alat tersebut juga berpotensi meningkatkan produktivitas panen, terutama untuk pohon kelapa yang sulit dijangkau.

"Oh pasti tinggi dong (produktivitasnya). Karena kalau yang (posisinya) tinggi tidak bisa dipanjat, pakai mesin pasti bisa diambil kan? Bisa. Nanti itu perlu hitungan nanti," pungkasnya.

(wur) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Baru Dilantik, Amran Tancap Gas Kumpulkan Anak Buah di Bapanas


Most Popular
Features