Biaya Perang AS di Iran Selama 6 Hari Tembus Rp190 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - Biaya perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran dilaporkan telah menembus lebih dari US$11,3 miliar atau sekitar Rp190 triliun hanya dalam enam hari pertama konflik. Angka tersebut disampaikan pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump kepada anggota Kongres dalam pengarahan tertutup pada pekan ini.
Reuters melaporkan seorang sumber yang mengetahui isi pengarahan tersebut mengatakan, angka biaya perang itu diberikan kepada para senator pada Selasa (10/3/2026), setelah anggota parlemen meminta penjelasan lebih rinci terkait operasi militer yang sedang berlangsung.
Meski demikian, angka tersebut disebut belum mencerminkan total keseluruhan biaya konflik. Sejumlah komponen pengeluaran militer lainnya masih belum dimasukkan dalam estimasi awal yang disampaikan pemerintah kepada Kongres.
Beberapa ajudan anggota Kongres memperkirakan Gedung Putih kemungkinan segera mengajukan permintaan tambahan anggaran perang kepada parlemen. Sejumlah pejabat memperkirakan permintaan dana tambahan itu bisa mencapai US$50 miliar atau sekitar Rp841 triliun, meski ada pula yang menilai angka tersebut masih terlalu rendah.
Pemerintahan Trump sendiri hingga kini belum memberikan estimasi resmi secara terbuka mengenai total biaya perang maupun proyeksi durasi konflik. Saat berkunjung ke Kentucky pada Rabu, Trump mengatakan bahwa pihaknya telah "memenangkan" perang tersebut, tetapi AS masih akan melanjutkan operasi militer untuk menyelesaikan misi.
Pejabat pemerintah juga mengungkapkan kepada anggota parlemen bahwa amunisi senilai sekitar US$5,6 miliar atau setara Rp94 triliun telah digunakan hanya dalam dua hari pertama serangan. Penggunaan persenjataan dalam jumlah besar ini memicu kekhawatiran di Kongres mengenai menipisnya stok militer AS.
Para anggota parlemen kini menilai konflik berpotensi membebani persediaan senjata AS di tengah industri pertahanan yang sudah kesulitan memenuhi lonjakan permintaan. Pekan lalu, Trump bahkan bertemu dengan eksekutif dari tujuh kontraktor pertahanan ketika Pentagon berupaya mempercepat produksi untuk mengisi kembali persediaan militer.
Di sisi lain, anggota Kongres dari Partai Demokrat mendesak agar pejabat pemerintahan memberikan kesaksian publik di bawah sumpah terkait strategi perang tersebut. Mereka meminta penjelasan mengenai berapa lama konflik akan berlangsung serta rencana pemerintah AS terhadap Iran setelah pertempuran berakhir.
Kampanye militer terhadap Iran dimulai pada 28 Februari melalui serangan udara yang dilakukan bersama Israel. Sejak dimulai, konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan sekitar 2.000 orang, sebagian besar warga Iran dan Lebanon, serta meluas hingga wilayah Lebanon. Perang ini juga memicu gejolak di pasar energi dan transportasi global.
(tfa/luc) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]