Minat Asing di Surat Utang RI Meningkat, Ini Buktinya
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan mengklaim minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) masih tinggi di tengah ketidakpastian pasar keuangan global saat ini.
Hal ini disampaikan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dalam Konferensi Pers APBN Kita di Jakarta pada Rabu (11/3/2026).
Minat investor asing terhadap SBN juga tetap terjaga. Bid to cover ratio investor asing untuk Surat Utang Negara (SUN) tercatat sebesar 2,4 kali, sedangkan untuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) mencapai 2,8 kali. Juda mengungkapkan angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun lalu.
"Ini juga menunjukkan bahwa minat dan kepercayaan investor terhadap fundamental perekonomian kita masih terjaga di tengah dinamika pasar keuangan global yang sangat penuh dengan ketidakpastian," jelas Wamenkeu Juda.
Pemerintah juga melakukan penerbitan SBN di pasar global pada Februari lalu melalui penerbitan obligasi dalam dua mata uang, yaitu renminbi (CNH) dan euro. Kedua surat utang ini menggunakan skema dual currency.
Obligasi dalam mata uang offshore renminbi (CNH) senilai 9,25 miliar dengan tingkat imbal hasil sekitar 2%-3%. Sementara itu, obligasi dalam denominasi euro senilai 2,7 miliar euro dengan yield sekitar 4%-5%.
Di sisi lain, menurut Juda, perkembangan pasar SBN masih dipengaruhi oleh dinamika global yang cukup volatile. Secara year-to-date, imbal hasil SBN tercatat meningkat sekitar 55 basis poin, yang turut mendorong pelebaran spread yield SBN terhadap US Treasury.
Per 6 Maret 2026, spread SBN tenor 10 tahun terhadap US Treasury tercatat sekitar 243 basis poin sebagai bagian dari penyesuaian terhadap kondisi pasar global.
"Posisi spread Indonesia masih berada pada level yang kompetitif. Pemerintah bersama BI, OJK, dan pihak terkait akan terus memantau perkembangan tersebut untuk memastikan stabilitas pasar keuangan domestik," pungkas Juda.
(haa/haa) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]