Utang Pemerintah Capai Rp 164,2T per Februari 2026, Turun hingga 33,2%

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Kamis, 12/03/2026 06:55 WIB
Foto: Suasana Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta, Rabu (10/1/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mencatatkan pembiayaan anggaran APBN 2026 mencapai Rp164,2 triliun per 28 Februari 2026.

Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan RI, posisi pembiayaan ini menurun 33,2% dibandingkan pembiayaan anggaran pada periode yang sama tahun lalu, Rp 246 triliun atau sekitar 47,1% terhadap APBN.


Realisasi pembiayaan anggaran tersebut mengambil porsi 22,3% dari target defisit APBN sebesar Rp 832,2 triliun.

"Pembiayaan anggaran tahun 2026 terjaga dengan baik dalam batas yang terkendali realisasinya per akhir Februari telah mencapai 185,3 triliun atau 22,3% dari target," ujar Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (11/3/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Februari 2026 defisit sebesar Rp 135,7 triliun. Adapun, realisasi itu setara dengan 0,53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit APBN itu berarti pendapatan negara lebih kecil dibanding jumlah pengeluaran atau belanja negara. Dari sisi pendapatan negara sampai 28 Februari 2026 mencapai Rp 358 triliun, sementara belanja negara terealisasi sebesar Rp 493,8 triliun. Pendapatan ini tumbuh 12,8% secara tahunan (yoy).

"Defisit ini masih sejalan dengan koridor APBN 2026," katanya.

Purbaya pun mengungkapkan alasan utama defisit APBN di bawah kepemimpinannya sudah besar sejak awal tahun.

Bahkan, dalam periode dua bulan pertama tahun ini, yakni Januari-Februari 2026, APBN sudah defisit 135,7 triliun, naik hingga 342,4% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 30,7 triliun.

"Ada yang bilang tahun lalu surplus, kenapa tahun ini defisit? Ya memang desain APBN kita defisit," tegas Purbaya.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: China Kirim Sinyal Bahaya ke RI, Siap-Siap Untuk Kondisi Buruk