MARKET DATA
Internasional

Global Economy Fallout, 13 Tanda Perang AS-Iran Guncang Ekonomi Dunia

tfa,  CNBC Indonesia
11 March 2026 22:00
[DALAM] Resesi
Foto: Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran mulai memicu guncangan ekonomi global. Mulai harga minyak yang kembali naik, hingga rencana pelepasan cadangan minyak global dan kebijakan darurat sejumlah negara untuk menghadapi gejolak energi.

Berikut perkembangannya, dikutip dari AFP, Rabu (11/3/2026).

1.Harga Minyak Naik Lagi

Harga minyak kembali naik setelah stabil pada hari Selasa. Hari ini patokan global Brent naik 1,8% menjadi lebih dari US$85 per barel dan kontrak AS WTI naik lebih dari 2%, setelah harga sebelumnya mencapai puncaknya di dekat US$120.

2.Kapal Kontainer Dihantam

Proyektil tak dikenal menghantam dua kapal kargo di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA). Laporan diungkap kata keamanan maritim Inggris, UKMTO, saat Iran meningkatkan serangan di Teluk dan Selat Hormuz di dekatnya.

3.Antrean Bahan Bakar

Para pengemudi truk tangki di Pakistan mengatakan mereka menghadapi antrean panjang di depot karena kekurangan bahan bakar, sementara pemerintah meredakan kekhawatiran akan kenaikan harga lagi akibat perang.

Puluhan truk tangki terlihat terparkir di pinggir jalan pada hari Selasa di depot dekat Lahore, ibu kota Punjab, provinsi terpadat di negara itu.

4.Drone Targetkan Ladang Minyak

Kementerian pertahanan Arab Saudi mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka mencegat dua drone yang menuju ke ladang minyak Shaybah di tenggara negara itu. Dalam unggahan selanjutnya, mereka melaporkan lima pencegatan drone lebih lanjut yang menuju ke ladang minyak tersebut.

5.Sinyal Inflasi Bank Sentral Eropa

Kepala Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde, memberi sinyal kenaikan inflasi. Ia mengatakan bahwa "segala sesuatu yang diperlukan" akan dilakukan untuk menjaga inflasi tetap terkendali selama perang.

"Kami akan melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk menjaga inflasi tetap terkendali dan memastikan bahwa Prancis dan Eropa tidak mengalami peningkatan inflasi seperti yang kita lihat pada tahun 2022 dan 2023, yang sebagian disebabkan oleh invasi Rusia ke Ukraina," kata Lagarde kepada penyiar Prancis.

6.Kilang Minyak UEA

Kilang minyak terbesar di UEA ditutup sebagai tindakan pencegahan setelah serangan drone terhadap kompleks industri tempatnya berada menyebabkan kebakaran. Hal ini dikatakan sebuah sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Seorang pengemudi yang bekerja di kompleks tersebut, yang meminta namanya dirahasiakan, mengatakan kepada AFP bahwa mereka melihat "semburan api yang menjulang dari kompleks tersebut". "Ada suara keras seperti ledakan," ujarnya.

7.Mesir Menaikkan Harga BBM

Mesir menaikkan harga bahan bakar (BBM) domestik hingga 30%. Pemerintah juga membunyikan alarm "luar biasa" yang disebabkan oleh perang, yang telah mengganggu pasokan minyak dan jalur pengiriman.

"Kenaikan harga, yang diumumkan oleh kementerian perminyakan, berlaku untuk bensin, solar, dan gas alam yang digunakan dalam kendaraan," bunyi pengumuman ini.

8.India Perketat Kontrol Gas

India memerintahkan kontrol yang lebih ketat terhadap gas alam dan gas untuk memasak menyusul gangguan impor. Restoran-restoran memperingatkan bahwa perang dapat memicu penutupan yang meluas.

9.IEA Usulkan Pelepasan Cadangan Minyak

Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar sepanjang sejarah untuk menahan lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah. Usulan ini bahkan disebut akan melampaui pelepasan 182 juta barel minyak yang dilakukan negara-negara anggota pada 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Langkah tersebut dipertimbangkan dalam pertemuan darurat negara anggota IEA, dengan keputusan akhir diharapkan keluar dalam waktu dekat. Kebijakan ini diharapkan bisa menenangkan pasar energi global yang sempat bergejolak akibat ancaman gangguan pasokan minyak dari kawasan Teluk.

10. Arab Saudi Cegat Drone Menuju Ladang Minyak

Ketegangan perang juga mulai menyasar fasilitas energi di kawasan. Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan telah mencegat dua drone yang menuju ladang minyak Shaybah di bagian tenggara negara itu.

"Dua drone yang menuju ladang minyak Shaybah dicegat dan dihancurkan," kata kementerian tersebut melalui pernyataan di media sosial X.

Dalam laporan lanjutan, otoritas Saudi juga mengklaim berhasil mencegat lima drone lain yang mengarah ke fasilitas minyak yang sama.

11. G7 Bahas Dampak Ekonomi

Para pemimpin negara G7 dijadwalkan menggelar konferensi video untuk membahas dampak ekonomi dari konflik tersebut, terutama terkait kondisi pasar energi global.

Kepresidenan Prancis menyatakan pertemuan ini menjadi diskusi pertama antar negara G7 mengenai dampak ekonomi perang tersebut. Istana Elysee menegaskan koordinasi ekonomi menjadi kunci untuk memastikan respons yang efektif terhadap gejolak yang muncul.

12. Ketegangan di Selat Hormuz

Situasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan minyak dunia, juga memicu kebingungan. Menteri Energi Amerika Serikat sempat menyatakan bahwa Angkatan Laut AS mengawal kapal tanker minyak melewati selat tersebut, namun pernyataan itu kemudian dihapus.

Gedung Putih kemudian menegaskan tidak ada pengawalan kapal tanker oleh Angkatan Laut AS. Di sisi lain, Garda Revolusi Iran menyatakan tidak ada kapal perang AS yang mendekati selat tersebut, yang disebut praktis ditutup sebagai balasan atas serangan AS-Israel.

Presiden AS Donald Trump juga memperingatkan Iran agar tidak menanam ranjau di jalur pelayaran vital tersebut.

13. Pasar Saham Global Berfluktuasi

Di tengah ketidakpastian geopolitik, pasar saham global menunjukkan reaksi beragam. Bursa Paris dan London masing-masing naik lebih dari 1,5%, sementara Frankfurt menguat hingga 2,4%.

Di Asia, indeks saham Seoul melonjak lebih dari 5% dan Tokyo naik 2,9%. Namun pasar saham Amerika Serikat yang sempat menguat pada awal perdagangan akhirnya ditutup melemah.

Kenaikan pasar di sejumlah kawasan terjadi setelah harga gas di Eropa turun sekitar 15%, sehingga meredakan kekhawatiran akan lonjakan inflasi global.

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Iran Nyatakan Perang Skala Penuh Lawan AS-Israel Cs


Most Popular
Features