Manufaktur RI Ngegas di Awal Tahun, Kalahkan AS, China & Australia

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Rabu, 11/03/2026 13:50 WIB
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Maret 2026 di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kementerian Keuangan RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kinerja manufaktur global, termasuk Indonesia, tengah mengalami ekspansi. Indeks manufaktur global bahkan melonjak 51,9, tertinggi dalam 44 bulan terakhir.

Adapun, indeks manufaktur Indonesia tercatat berada di zona ekspansi dengan level 53,8. Angka ini lebih tinggi dibandingkan China, Amerika Serikat, maupun Australia.


"Kita hanya kalah dibandingkan dengan Indonesia. Jadi kondisi ekonomi Indonesia dari sisi supply amat kuat," kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi Maret 2026, Rabu (11/3/2026).

"Kondisi ini memberikan sinyal positif bahwa sektor manufaktur dapat terus menjadi motor terpenting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia didukung permintaan Indonesia," lanjutnya.

Kendati demikian, pemerintah akan terus mewaspadai tantangan rantai pasok dan risiko kenaikan inflasi terhadap biaya input guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: China Kirim Sinyal Bahaya ke RI, Siap-Siap Untuk Kondisi Buruk