MARKET DATA

Jadi Fenomena Musiman, Kenapa Penjualan Motor di Ramadan Selalu Turun?

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
11 March 2026 14:50
Penjualan motor baru seperti Honda dan Yamaha akan terkena dampak PPN 12%. Harga siap-siap naik di 2025. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Penjualan motor baru seperti Honda dan Yamaha akan terkena dampak PPN 12%. Harga siap-siap naik di 2025. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan sepeda motor pada periode Ramadan biasanya mengalami perlambatan. Fenomena ini diakui pelaku industri sebagai pola musiman yang hampir terjadi setiap tahun.

Manajemen PT Wahana Makmur Sejati, diler utama sepeda motor Honda untuk wilayah Jakarta-Tangerang, menyebutkan bahwa aktivitas pembelian kendaraan roda dua memang cenderung menurun ketika memasuki bulan puasa.

"Penjualan sepeda motor area Jakarta-Tangerang selama periode Ramadan cenderung mengalami penurunan sekitar 10% sampai 15% jika dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini merupakan pola musiman yang cukup umum terjadi," ujar manajemen Wahana Makmur Sejati dalam pernyataannya kepada CNBC Indonesia, Rabu (11/3/2026).

Perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi penjualan kendaraan pada periode tersebut. Menjelang Hari Raya Idulfitri, konsumen umumnya mengalihkan pengeluaran untuk kebutuhan lain seperti konsumsi rumah tangga hingga persiapan perjalanan mudik.

"Pada periode tersebut masyarakat biasanya lebih memprioritaskan kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri serta persiapan mudik," lanjutnya.

Penjualan motor listrik di awal tahun cukup tersendat imbas tidak adanya subsidi Rp 7 juta dari pemerintah. Pantauan CNBC Indonesia di dua diler motor listrik wilayah Jakarta Selatan pada Senin (13/1/2024) minim pengunjung yang datang. (Dok. Istimewa)Foto: Penjualan motor listrik di awal tahun cukup tersendat imbas tidak adanya subsidi Rp 7 juta dari pemerintah. Pantauan CNBC Indonesia di dua diler motor listrik wilayah Jakarta Selatan pada Senin (13/1/2024) minim pengunjung yang datang. (Dok. Istimewa)
Penjualan motor listrik di awal tahun cukup tersendat imbas tidak adanya subsidi Rp 7 juta dari pemerintah. Pantauan CNBC Indonesia di dua diler motor listrik wilayah Jakarta Selatan pada Senin (13/1/2024) minim pengunjung yang datang. (Dok. Istimewa)

Meski demikian, pelaku industri tetap berupaya menjaga momentum pasar. Berbagai program penjualan dan layanan tambahan disiapkan untuk tetap menarik minat konsumen di tengah penurunan musiman tersebut.

Wahana menilai, kondisi pasar biasanya kembali bergerak setelah periode Lebaran berakhir seiring dengan normalnya kembali aktivitas masyarakat.

"Biasanya setelah periode Lebaran, aktivitas dan kebutuhan masyarakat kembali normal sehingga penjualan sepeda motor juga akan kembali meningkat secara bertahap," kata manajemen.

Di sisi lain, perusahaan juga terus mendorong penetrasi kendaraan listrik meskipun saat ini tidak lagi didukung insentif pemerintah seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk menjaga minat pasar, pendekatan yang dilakukan lebih menekankan pada pengalaman langsung kepada konsumen.

"PT Wahana Makmur Sejati berkomitmen untuk terus memperkenalkan sepeda motor listrik kepada masyarakat melalui berbagai aktivitas yang berfokus pada edukasi konsumen. Secara konsisten kami hadirkan program edukasi, kegiatan test ride, serta berbagai program penjualan yang menarik," ujar manajemen.

Strategi tersebut dinilai penting mengingat pasar motor listrik masih berada dalam tahap awal pertumbuhan. Pemahaman masyarakat terhadap teknologi kendaraan listrik dinilai belum merata.

"Pada proses memasarkan sepeda motor listrik, terdapat beberapa tantangan yang masih dihadapi, salah satunya adalah tingkat pemahaman sebagian masyarakat yang masih perlu terus ditingkatkan terkait teknologi dan manfaat kendaraan listrik," jelasnya.

Meski masih menghadapi sejumlah tantangan, perusahaan melihat tren minat terhadap kendaraan ramah lingkungan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

"Namun demikian, kami melihat bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan terus berkembang, sehingga edukasi dan pengalaman langsung menjadi kunci dalam mempercepat penerimaan pasar," kata manajemen.

(fys/wur) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Duh! Penjualan Motor September 2025 Loyo, Ekspor Merosot


Most Popular
Features