MARKET DATA

Bos IMF: Minyak Naik 10%, Inflasi Bisa Meroket 40 Basis Poin

haa,  CNBC Indonesia
11 March 2026 09:10
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva berbicara selama konferensi pers tentang penilaian tahunan ekonomi Tiongkok di Beijing pada 10 Desember 2025. (Photo by ADEK BERRY / AFP)
Foto: Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva berbicara selama konferensi pers tentang penilaian tahunan ekonomi Tiongkok di Beijing pada 10 Desember 2025. (AFP/ADEK BERRY)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva memperingatkan risiko inflasi global akibat konflik di Timur Tengah.

Dia mengatakan bahwa kenaikan harga minyak sebesar 10%, jika terus berlanjut hingga sebagian besar tahun ini, akan mengakibatkan peningkatan inflasi global sebesar 40 basis poin. Adapun, menurut data OECD, inflasi global masih tercatat stabil di level 3,7% pada Desember 2025. Dia juga memperkirakan konflik ini bisa menekan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,1%-0,2%.

"Kita melihat ketahanan diuji lagi oleh konflik baru di Timur Tengah," kata Georgieva, dalam simposium yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Jepang, dikutip dari Arab News dan Business Review, Rabu (12/3/2026).

"Saran saya kepada para pembuat kebijakan dalam lingkungan global baru ini adalah pikirkan hal yang tak terbayangkan dan persiapkan diri untuk itu," katanya.

Dia menambahkan bahwa IMF sedang menilai potensi dampak konflik tersebut terhadap negara-negara anggotanya setelah fasilitas minyak dan gas utama terpengaruh dan lalu lintas melalui Selat Hormuz dilaporkan turun hingga 90%.

Bahkan jika perang berakhir, Georgieva yakin bahwa akan ada guncangan lain yang terjadi. Dia mengaku, selama masa jabatannya, telah menyaksikan krisis besar seperti pandemi COVID-19 dan invasi Rusia ke Ukraina.

"Kita berada di dunia yang lebih rentan terhadap guncangan. Kita berada di dunia yang menghadapi ketidakpastian yang meningkat. Ini sekarang menjadi normal baru," katanya, seraya menyarankan pihak berwenang "untuk memikirkan hal-hal yang tak terbayangkan dan bersiap," ujarnya.

IMF memantau dengan cermat konflik di Timur Tengah dan akan memasukkan kesimpulannya dalam laporan World Economic Outlook yang akan terbit pada bulan April mendatang.

Pada bulan Januari, IMF sebenarnya sudah merevisi perkiraan pertumbuhan globalnya. IMF memproyeksikan ekspansi ekonomi global sebesar 3,3% untuk tahun 2026 dan 3,2% untuk tahun berikutnya.

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Begini Ramalan IMF Soal Situasi Israel Tahun Depan


Most Popular
Features