Pasar Tanah Abang Tak Seramai Dulu, Pedagang Bongkar Boroknya

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Rabu, 11/03/2026 04:15 WIB
Foto: Pantauan kondisi Pasar Tanah Abang H-10 Lebaran, Selasa (10/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat selama puluhan tahun dikenal sebagai pusat grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara. Ribuan kios pakaian, kain, hingga berbagai produk fesyen memenuhi kompleks pasar yang menjadi tujuan pembeli dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara.

Pada masa kejayaannya, Tanah Abang hampir tak pernah sepi. Terutama menjelang Lebaran, pembeli dari berbagai kota memadati lorong-lorong pasar untuk berburu pakaian dalam jumlah besar.

Namun kondisi tersebut kini perlahan berubah. Di Pasar Tanah Abang Blok A, pengunjung memang masih terlihat datang dan berbelanja, tetapi lorong pasar tidak lagi dipadati pembeli seperti masa kejayaannya dulu.


Sejumlah pedagang mengakui keramaian yang terjadi saat ini belum sebanding dengan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya, terutama sebelum pandemi Covid-19.

Rosita, salah seorang pedagang di Pasar Tanah Abang, menilai tingkat keramaian pengunjung tidak lagi seperti dulu ketika musim belanja Lebaran tiba.

"Nggak begitu (ramai) ya. Normalnya kan kalau mau Lebaran gini bejubel orang sampai nggak bisa jalan, sekarang (lengang). Maksudnya ya sepi engga, tapi kalau ramainya dibanding dulu ya jauh," ucap dia saat ditemui di lokasi, Selasa (10/3/2026).

Foto: Pantauan kondisi Pasar Tanah Abang H-10 Lebaran, Selasa (10/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Pantauan kondisi Pasar Tanah Abang H-10 Lebaran, Selasa (10/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Keluhan serupa juga disampaikan pedagang baju muslim lainnya, Nira. Ia mengatakan pengunjung memang masih datang ke Tanah Abang, tetapi tidak seramai beberapa tahun lalu.

"Sepi ya, nggak seramai dulu. Tetap ada orang yang datang beli, tapi gak kayak dulu. Paling yang datang sekarang tuh orang-orang yang kalau beli harus lihat-lihat model dan pegang bahan. Kalau yang nggak perlu begitu kan mereka bisa beli saja di online. Apalagi sekarang sudah ada live gitu kan, jadi pembeli bisa beli dari rumah," kata Nira.

Fenomena ini juga dirasakan pedagang lain di Tanah Abang. Oong, salah satu pedagang pakaian, mengatakan jumlah pembeli yang datang ke pasar kini jauh berkurang karena banyak beralih ke belanja online.

"Ya kita di sini kalah sama yang online-online. Tanah Abang keliatan sepi, nggak seramai dulu, karena ya orang udah pindah ke online," ucap Oong.

Menurutnya, perkembangan platform belanja digital membuat masyarakat semakin jarang datang langsung ke pasar.

"Nah itu dia, lumayan berdampak ya karena itu. Orang sekarang sambil rebahan sudah bisa beli baju. Mereka jualannya bagus, ngejelasin detail bahan, model sampai ukuran," katanya.

Meski demikian, Oong menyebut Tanah Abang masih memiliki satu keunggulan yang sulit disaingi toko online, yakni pembeli dapat melihat dan menyentuh langsung bahan pakaian.

"Kelebihan beli di kita sekarang berarti kan cuma bisa pegang saja bahannya gimana. Kalau model dan ukuran gitu, beli di yang live-live itu sudah jelas," ujar dia.

Kendati demikian, bagi sebagian pembeli, kelengkapan pilihan barang menjadi alasan Tanah Abang sampai kini masih tetap ramai dikunjungi.

"Pilihan baju sih kalau Tanah Abang nggak ada tandingan. Dia komplit, saking komplitnya capek saya keliling," kata Rini, salah satu pengunjung.


(wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: AS Tarik Sistem Rudal Patriot dari Korea Selatan