MARKET DATA

Pulau Ini Jadi Sorotan di Tengah Perang, "Titik Lemah" Ekonomi Iran

Thea Fathanah Arbar,  CNBC Indonesia
10 March 2026 20:48
This photo provided by Maxar Technologies shows Iranian navy vessel Kharg in the Gulf of Oman off the coast of Jask, Iran, in this Thursday, June 3, 2021, satellite photo.  Satellite photographs show the burned hulk that remains of Iran’s biggest warship after it caught fire and sank in the Gulf of Oman. (Satellite image ©2021 Maxar Technologies via AP)
Foto: AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Pulau kecil milik Iran di Teluk Persia kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah. Kharg Island, yang terletak sekitar 24 kilometer dari daratan Iran, merupakan pusat utama industri minyak negara tersebut dan hingga kini belum tersentuh langsung oleh serangan militer Amerika Serikat (AS) maupun Israel.

Pulau karang itu memegang peran vital bagi perekonomian Iran karena sekitar 90% ekspor minyak mentah negara tersebut melewati fasilitas yang berada di sana sebelum diangkut oleh kapal tanker melalui Selat Hormuz.

Peneliti iklim, energi, dan pertahanan di Royal United Services Institute, Petras Katinas, mengatakan bahwa penguasaan pulau tersebut akan berdampak langsung terhadap kemampuan Iran menjual minyaknya ke pasar global.

"Perebutan pulau itu akan memutus jalur pasokan minyak Iran," kata Petras Katinas, dikutip CNBC International, Selasa (10/3/2026).

Menurut dia, langkah tersebut berpotensi memberi pengaruh besar bagi Amerika Serikat dalam proses negosiasi politik di masa depan, terlepas dari siapa pun yang berkuasa di Iran setelah konflik berakhir.

Namun Katinas menilai operasi semacam itu tidak mudah dilakukan. Ia menekankan bahwa pengambilalihan pulau kemungkinan besar membutuhkan operasi pasukan darat dalam skala besar, sesuatu yang hingga kini tampak enggan dilakukan oleh pemerintahan Donald Trump.

Analis minyak di PVM, Tamas Varga, mengatakan bahwa penguasaan Pulau Kharg akan menjadi pukulan besar bagi perekonomian Iran. "Jika Presiden Trump memutuskan untuk merebut pusat penting ini, itu akan menghilangkan salah satu sumber pendapatan utama Iran," ujarnya.

Meski demikian, Varga memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat memperumit situasi. Ia menilai pulau itu akan tetap rentan terhadap serangan drone dari wilayah Iran sendiri, sehingga berpotensi memperpanjang konflik sekaligus meningkatkan ketidakpastian di pasar energi global.

Direktur senior analisis di Eurasia Group sekaligus mantan kepala Ruang Situasi Gedung Putih, Marc Gustafson, mengatakan operasi militer untuk merebut pulau itu akan sangat berisiko. Menurutnya, pasukan AS di darat berpotensi menjadi target serangan drone Iran selama berminggu-minggu.

Sementara itu CEO VanEck, Jan van Eck, menyebut Pulau Kharg sebagai "titik kritis" dalam strategi energi Iran. Ia menilai siapa pun yang mengendalikan pulau tersebut pada akhirnya akan memiliki pengaruh besar terhadap aliran minyak Iran ke pasar dunia.

Di tengah ketegangan yang meningkat, harga minyak dunia langsung melonjak.

 

(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Musuh Besar AS Diguncang Demo Besar-besaran, Negara Lagi Gawat


Most Popular
Features