MARKET DATA
Internasional

IDF Akan Bunuh Pemimpin Tertinggi Baru Iran

tfa,  CNBC Indonesia
10 March 2026 11:40
Gambar pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, ditampilkan di layar di Teheran, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Teheran, Iran, 9 Maret 2026. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Foto: Gambar pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei (via REUTERS/Majid Asgaripour)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasukan Israel Defense Forces (IDF) mengancam akan menargetkan siapa pun yang menggantikan Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran. Ancaman ini muncul di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah pasca kematian Khamenei dalam gelombang serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari lalu.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun resmi berbahasa Farsi, IDF memperingatkan bahwa Israel akan terus memburu para tokoh yang terlibat dalam proses penunjukan pemimpin baru Iran. "Tangan Negara Israel akan terus mengejar setiap penerus dan setiap orang yang terlibat dalam pengangkatannya," tulis IDF dalam pernyataan tersebut, seperti dikutip RT, Selasa (10/3/2026).

Militer Israel juga menegaskan tidak akan ragu menargetkan para ulama yang berperan dalam proses pemilihan tersebut. "Kami tidak akan ragu untuk menargetkan mereka yang terlibat dalam proses ini," lanjut pernyataan itu, merujuk pada anggota lembaga ulama Iran yang bertugas memilih pemimpin tertinggi.

Sebelumnya, Majelis Pakar Iran, lembaga ulama yang memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi, mengumumkan pada Senin bahwa Mojtaba Khamenei, putra dari Ali Khamenei, dipilih sebagai penerus. Keputusan tersebut diambil setelah sekitar sepekan pertimbangan sejak wafatnya pemimpin sebelumnya.

Pejabat keamanan tertinggi Iran, Ali Larijani, mengatakan penunjukan Mojtaba Khamenei menunjukkan bahwa strategi AS dan Israel untuk memanfaatkan kematian Ali Khamenei guna memicu instabilitas politik tidak berhasil. Israel sebelumnya juga dilaporkan menyerang markas Majelis Pakar di kota suci Qom namun tak berhasil menggagalkan proses pemilihan pemimpin baru.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan bahwa perubahan rezim di Iran menjadi salah satu tujuan dalam konflik yang sedang berlangsung. Trump bahkan menuntut penyerahan tanpa syarat dari Iran.

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Militer Israel Krisis Pasukan, Warga Ogah Jadi Tentara


Most Popular
Features