Internasional

Indonesia Minta AS-Israel Setop Serangan ke Iran, Tegaskan Ini

Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
Selasa, 10/03/2026 06:05 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto (Dok Biro Pers Sekretariat Presiden RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai semakin mengkhawatirkan dan berpotensi meluas. Sikap ini diambil setelah pemerintah menerima laporan komprehensif dari berbagai Perwakilan RI di kawasan mengenai eskalasi ketegangan yang terus meningkat secara signifikan.

Dalam keterangan resminya, pemerintah menegaskan bahwa pihaknya "menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya dan meluasnya ketegangan serta dampaknya di Timur Tengah". Guna meredam situasi yang kian memanas, RI melayangkan seruan tegas kepada pihak-pihak yang terlibat langsung dalam kontak senjata agar segera menghentikan aksi militer mereka.


"Pemerintah Indonesia menyerukan kepada Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran," tutur pernyataan resmi dalam akun X Kementerian Luar Negeri RI, Senin, dikutip Selasa (10/3/2026).

"Serta menyerukan kepada Iran untuk menghentikan serangan yang menargetkan negara-negara tetangga di kawasan, termasuk Perserikatan Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Oman, Bahrain, Kuwait dan Yordania," tambahnya.

Langkah diplomasi ini didasarkan pada posisi Indonesia yang menjunjung tinggi supremasi hukum internasional dalam hubungan antarnegara. Indonesia menilai bahwa penghormatan terhadap kedaulatan merupakan kunci utama untuk mencegah kehancuran yang lebih besar di kawasan tersebut.

"Indonesia menegaskan kembali kewajiban semua pihak untuk menegakkan prinsip-prinsip hukum internasional, khususnya mengenai larangan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara," ujar kementerian lagi.

Lebih lanjut, Pemerintah meminta semua pihak untuk menurunkan ego militer dan kembali ke jalur perundingan sebelum konflik mencapai titik yang tidak dapat dipulihkan. Upaya deeskalasi ini dianggap mendesak untuk menjaga stabilitas politik dan ekonomi global yang terancam akibat gejolak di Timur Tengah.

"Indonesia mendorong para pihak untuk menahan diri secara maksimal, meredakan ketegangan, serta kembali ke meja perundingan melalui dialog dan diplomasi."

Bersamaan dengan upaya diplomatik di tingkat global, Pemerintah juga fokus pada aspek perlindungan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di zona konflik. Pemerintah memastikan bahwa keamanan warga negara menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian situasi keamanan saat ini.

"Pemerintah Indonesia terus memantau secara dekat dampak konflik terhadap WNI yang berada di kawasan dan telah siapkan langkah kontijensi jika kondisi mengharuskan dilakukan repatriasi dari berbagai negara," pungkas keterangan resmi tersebut


(tps/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Konflik Timur Tengah Makin Memanas - Kapal Perang Iran di Serang AS