Lingerie Bekas Korsel-Jepang Marak di Pasar Senen, Ada Aja yang Beli
Jakarta, CNBC Indonesia - Warga Jakarta terutama wanita tak hanya memburu bra dan celana dalam bekas di Pasar Senen, tetapi juga lingerie bekas. Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, Senin (9/3/2026), toko yang menjual pakaian dalam bekas makin diburu pembeli. Selain bra dan celana dalam, lingerie bekas impor asal Korea Selatan dan Jepang juga diburu.
Namun, bra dan celana dalam masih yang paling banyak dicari. Toko yang menjual lingerie juga sama seperti toko yang menjual bra dan celana dalam. Mamang, salah satu penjual pakaian dalam mengatakan pembeli makin memadati tokonya. Namun, yang paling banyak dicari yakni bra dan celana dalam.
"Alhamdulillah, makin ramai yang datang, makin dekati lebaran, makin ramai biasanya," kata Mamang saat ditemui CNBC Indonesia, Senin (9/3/2026).
Untuk harga, lingerie yang dijual sama seperti bra yang dipajang rapi yakni mencapai Rp35.000.
"Harga sama seperti bra yang digantung, Rp35.000," lanjut Mamang.
Senada dengan Mamang, Jordi mengungkapkan pembeli makin ramai memburu bra dan celana dalam. Sedangkan untuk lingerie, penjualannya tak sebanyak bra dan celana dalam.
"Di sini jual lingerie juga, cuma memang yang paling banyak dicari ya bra dan celana dalam," kata Jordi.
Jordi mengatakan, harga bra dan celana dalam tentunya lebih murah dibandingkan lingerie, di mana harga celana dalam wanita ada yang mencapai Rp5.000, sedangkan lingerie hanya satu harga yakni Rp35.000.
"Mungkin karena celana dalam lebih murah, ada yang cuma Rp5.000," ujar Jordi.
Sebelumnya, harga-harga pakaian dalam bekas di Pasar Senen sangat murah, mulai dari Rp5.000 hingga Rp35.000.
Banyak pembeli berkunjung dan melihat-lihat pakaian dalam bekas yang murah karena kualitasnya cukup baik meski kondisinya bekas.
(chd/wur) Add
source on Google