MARKET DATA

Balai Besar Sungai Kementerian PU Akui Tanggul Tak Bisa Setop Banjir

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
09 March 2026 13:05
Warga beraktivitas saat banjir melanda kawasan Pejaten Timur, Pasar Minggu di Jakarta, Senin (3/3/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Warga beraktivitas saat banjir melanda kawasan Pejaten Timur, Pasar Minggu di Jakarta, Senin (3/3/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan tanggul di sejumlah sungai utama Jabodetabek tidak bisa menghilangkan banjir sepenuhnya. Infrastruktur tanggul hanya berfungsi mengurangi risiko dan dampak banjir yang semakin meningkat akibat cuaca ekstrem.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Kementerian PU, David Partonggo Oloan Marpaung, mengatakan pembangunan tanggul memang dirancang untuk meningkatkan kapasitas sungai menghadapi debit air besar.

"Pembangunan tanggul ketika sudah terbangun pasti akan mengurangi potensi banjir," kata David dalam focus on infra CNBC Indonesia dikutip Senin (9/3/2026).

Namun ia menegaskan, banjir tidak mungkin dihilangkan sepenuhnya karena kondisi cuaca dan curah hujan yang semakin tidak menentu.

"Tapi banjir tidak akan bisa dinihilkan. Artinya tanggul dibangun dengan periode ulang tertentu, sementara hujan bisa saja melebihi kapasitas yang dirancang," ujarnya.

David menjelaskan, infrastruktur pengendali banjir memiliki batas kemampuan tertentu dalam menahan debit air.

"Misalnya tanggul dirancang untuk menampung curah hujan harian sampai sekitar 200 milimeter, tetapi kita tidak tahu jika hujan yang terjadi lebih dari itu," katanya.

Ia mencontohkan beberapa kejadian curah hujan ekstrem yang pernah terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. "Pada Maret 2025 banjir di sekitar Ciliwung tercatat dengan curah hujan lebih dari 200 milimeter di hulunya," ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan peristiwa banjir besar yang pernah terjadi di kawasan Jakarta beberapa tahun lalu. "Kalau kita ingat, di Halim pada 2020 curah hujan tercatat lebih dari 300 milimeter dalam sehari," kata David.

Bahkan fenomena hujan ekstrem juga terjadi di wilayah lain di Indonesia yang menunjukkan perubahan pola cuaca semakin sulit diprediksi.

"Di Aceh kemarin bahkan terjadi curah hujan sekitar 380 milimeter dalam satu hari, angka yang sebelumnya belum pernah tercatat," ujarnya.

Karena itu, ia menilai pembangunan tanggul harus dibarengi dengan langkah mitigasi lain agar pengendalian banjir lebih efektif.

"Kita tetap harus percaya diri dengan pembangunan tanggul, tetapi juga harus siap menghadapi keterbatasannya," kata David.

(hoi/hoi) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kementerian PU & Hutama Karya Sinergi Perkuat Akses Tarutung-Sibolga


Most Popular
Features