RI Bakal Bangun Tangki Minyak Demi Cadangan 3 Bulan, Ini Lokasinya

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Senin, 09/03/2026 11:30 WIB
Foto: Tangki LNG Arun di Aceh yang dioperasikan PT Perta Arun Gas (PAG) siap beroperasi. (Doc PT Perta Arun Gas)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia sebentar lagi akan membangun tangki penyimpanan minyak (oil storage) di Sumatra untuk meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional hingga tiga bulan. Keputusan ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi di tengah dinamika geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kapasitas penyimpanan minyak nasional saat ini masih terbatas. Kapasitas penyimpanan RI saat ini baru mampu menopang kebutuhan sekitar 20 hingga 25 hari.

Bahlil menilai pembangunan fasilitas penyimpanan menjadi prioritas agar pemerintah memiliki ruang yang cukup untuk menampung minyak dalam jumlah besar. "Storage kita harus dibangun dulu. Untuk minimal 3 bulan. Kalau impor banyak mau taruh dimana? Emang faktanya begitu bukan salah siapa-siapa," ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Kementerian ESDM, dikutip Senin (9/3/2026).


Adapun, feasibility study untuk proyek tersebut saat ini sedang berjalan dan ditargetkan dapat mulai direalisasikan pada tahun ini. Meski demikian, ia belum merinci secara detail lokasi pembangunan tangki penyimpanan tersebut.

"FS lagi jalan, target tahun ini dilakukan. Lokasi di Sumatra jangan tanya saya detailnya," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu Bahlil yang juga sekaligus Ketua Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi, secara resmi menyerahkan dokumen studi pra-kelayakan untuk proyek hilirisasi dan ketahanan energi nasional kepada Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil mengungkapkan setidaknya terdapat sebanyak 18 proyek yang telah siap masuk tahap pra-kelayakan. Adapun total nilai investasi dari 18 proyek ini mencapai US$ 38,63 miliar atau setara dengan Rp 618,3 triliun.

"Kami sudah ada sekitar 18 proyek yang sudah siap pra FS-nya Pak Kepala Danantara dengan total investasi sebesar US$ 38,63 miliar atau setara dengan Rp618,3 triliun. Ini di luar ekosistem baterai mobil khusus yang kita akan bangun sesuai dengan arahan Bapak Presiden dalam ratas," kata Bahlil dalam Konferensi Pers, Selasa (22/7/2025).

Bahlil memerinci bahwa dari 18 proyek tersebut, terdiri dari delapan proyek hilirisasi di sektor mineral dan batu bara, dua proyek tentang hilirisasi energi, dua proyek ketahanan energi, tiga proyek hilirisasi pertanian, serta tiga proyek hilirisasi kelautan dan perikanan.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Prabowo Perintahkan Bangun Storage Baru Perkuat Ketahanan Energi