Hujan Semalaman Berhari-hari Picu Banjir Bandang, Puluhan Orang Tewas
Jakarta, CNBC Indonesia - Hujan deras yang mengguyur ibu kota Kenya, Nairobi, memicu banjir bandang yang menewaskan sedikitnya 23 orang. Aparat kepolisian setempat mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung di tengah kerusakan luas yang melanda kota tersebut.
Hujan lebat mengguyur Nairobi sejak Jumat (6/3/2026) malam, menyebabkan jalan-jalan utama berubah menjadi aliran air deras. Ribuan rumah dan tempat usaha dilaporkan terendam banjir.
Tim penyelamat pada Sabtu masih terus mengevakuasi korban yang terjebak sekaligus mengevakuasi jenazah dari berbagai lokasi terdampak. AFP melaporkan terjadi kerusakan berat pada jalan dan infrastruktur, baik di kawasan permukiman padat hingga wilayah kelas atas seperti Parklands.
Frederick Wasonga, pedagang aksesori mobil di pusat kota Nairobi, mengatakan banjir datang setelah air sungai meluap akibat hujan yang tak berhenti.
"Tebing sungai jebol akibat hujan yang terus berlanjut, mobil-mobil hanyut dan air masuk ke toko-toko kami, menghancurkan harta benda banyak orang," kata Wasonga kepada AFP, dikutip Minggu (8/3/2026).
Derrick Juma, seorang pekerja bengkel di kawasan yang sama, mengatakan dua tetangganya termasuk korban yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
"Satu orang tersengat listrik... sementara yang lainnya kehujanan deras dan saat berlindung di luar sebuah restoran, ia meninggal karena kedinginan," ujar Juma kepada AFP.
Polisi Kenya menyatakan bahwa setidaknya 29 orang berhasil diselamatkan sepanjang malam saat banjir melanda. Aparat juga masih terus menerima laporan warga yang membutuhkan bantuan.
Petugas mengatakan mereka tetap bersiaga penuh di berbagai titik terdampak.
"Kami tetap dikerahkan sepenuhnya, secara aktif merespons panggilan darurat dan melanjutkan operasi pencarian serta penyelamatan," kata polisi
Operasi penyelamatan pun menjadi makin menantang karena hujan kembali turun pada Sabtu malam.
Juru bicara Palang Merah Kenya, Munir Ahmed, mengatakan kerusakan yang terjadi sangat luas dan tidak hanya terjadi di ibu kota.
"Kami melihat kehancuran... sangat banyak wilayah di kota ini yang terdampak, tetapi juga sejumlah daerah lain di seluruh negeri," tuturnya.
Sementara itu, Presiden Kenya William Ruto mengatakan pemerintah telah memerintahkan pengerahan tim tanggap darurat untuk mengoordinasikan operasi penyelamatan.
"Kami menyadari bahwa banjir ini sekali lagi menegaskan kebutuhan mendesak akan solusi jangka panjang terhadap masalah banjir yang terus berulang di kawasan perkotaan kami," tulis Ruto melalui platform X.
Meski demikian, bencana ini juga memicu kemarahan publik terhadap pemerintah daerah Nairobi. Banyak warga menilai otoritas kota gagal memperbaiki sistem drainase dan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi masalah.
Gubernur Nairobi Johnson Sakaja sebelumnya berjanji akan memperbaiki sistem drainase serta kondisi jalan ketika menjabat pada 2022.
Namun sejumlah aktivis menilai janji tersebut belum terealisasi.
"Sakaja seharusnya berada di penjara, bukan di kantor pemerintahan," kata aktivis terkenal Nelson Amenya melalui X.
Amenya juga menilai kota Nairobi tidak memiliki sistem pengelolaan banjir yang memadai.
"Tidak ada sistem drainase air hujan... saya tidak melihat adanya pengelolaan banjir yang aktif atau bahkan persiapan apa pun dari pemerintah daerah Nairobi," katanya.
Sejumlah penelitian dalam dua dekade terakhir menunjukkan bahwa Afrika Timur mengalami peningkatan frekuensi periode cuaca ekstrem, baik hujan deras maupun kekeringan.
Salah satunya adalah studi tentang variasi curah hujan yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports pada 2024.
AFP juga sebelumnya melaporkan bahwa wilayah Mandera di timur laut Kenya mengalami kekeringan tingkat darurat bulan lalu yang menyebabkan kematian banyak ternak.
Fenomena cuaca ekstrem tersebut tidak hanya terjadi di Kenya. Negara-negara tetangga seperti Somalia dan Ethiopia juga menghadapi dampak serupa.
Hujan deras yang memicu banjir juga berdampak pada sektor transportasi. Maskapai nasional Kenya Airways mengatakan beberapa penerbangan terpaksa dialihkan dari Nairobi menuju kota pesisir Mombasa karena kondisi cuaca.
Palang Merah Kenya juga melaporkan ratusan rumah tangga di wilayah kabupaten sekitar ikut terdampak banjir.
Selain itu, area pertanian yang luas dilaporkan rusak akibat genangan air.
(luc/luc) Add
source on Google