Perang Makin Panas, 32 WNI di Iran Mulai Dievakuasi Hari Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mulai mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran secara bertahap hari ini, Jumat (5/3/2026). Pada tahap pertama, sebanyak 32 WNI akan dipindahkan melalui jalur Azerbaijan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah mengatakan evakuasi ini menjadi langkah awal pemerintah dalam mengantisipasi dinamika keamanan yang berkembang di kawasan Timur Tengah.
"Yang akan dievakuasi pada batch pertama dari Iran ini ada 32 orang. Tapi ini masih sangat awal, baru mulai. Jadi kemungkinan kita masih akan melihat perkembangan selanjutnya," ujar Heni dalam konferensi pers di Jakarta Pusat.
Menurutnya, jumlah tersebut masih bersifat awal karena proses evakuasi sangat bergantung pada kondisi keamanan di lapangan yang terus berubah.
Ia menjelaskan, evakuasi tahap pertama akan dilakukan melalui Azerbaijan. Namun, rute selanjutnya akan ditentukan berdasarkan perkembangan situasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran dan perwakilan RI di Azerbaijan.
"Evakuasi WNI di Iran akan dimulai secara bertahap hari ini melalui Azerbaijan. Untuk jalur evakuasi berikutnya akan ditentukan berdasarkan kondisi riil di lapangan oleh KBRI Tehran dan KBRI di Azerbaijan," jelasnya.
Pemerintah, kata Heni, akan memutuskan tahapan evakuasi berikutnya setelah mempertimbangkan perkembangan keamanan terbaru serta hasil penilaian dari KBRI Teheran.
Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa pemerintah negara-negara di Timur Tengah secara umum belum merekomendasikan evakuasi warga asing secara massal. Bahkan, sebagian pemerintah setempat justru meminta masyarakat tetap berada di rumah masing-masing.
"Pemerintah-pemerintah di Timur Tengah pada umumnya tidak merekomendasikan evakuasi. Justru mereka menyampaikan agar masyarakat tetap berada di rumah masing-masing," katanya.
Meski demikian, pemerintah Indonesia tetap menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan perlindungan bagi WNI di kawasan tersebut.
Sejak meningkatnya eskalasi keamanan, Menteri Luar Negeri RI Sugiono disebut telah berkomunikasi intensif dengan para kepala perwakilan RI di kawasan Timur Tengah guna memastikan langkah perlindungan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Kemlu juga telah membentuk crisis response team yang bertugas memantau perkembangan situasi secara ketat. Tim ini melakukan koordinasi harian antara kantor pusat Kemlu di Jakarta dan perwakilan RI di negara-negara terdampak.
Selain itu, perwakilan RI juga meningkatkan komunikasi dengan komunitas WNI di wilayah akreditasi masing-masing, termasuk melalui pertemuan daring atau town hall meeting untuk menyampaikan perkembangan situasi keamanan terkini.
Kemlu bersama perwakilan RI juga terus memperbarui data jumlah dan sebaran WNI di wilayah terdampak sebagai bagian dari pemutakhiran rencana kontinjensi serta penilaian opsi evakuasi apabila situasi memburuk.
Pemerintah juga memantau secara berkala operasional bandara internasional di wilayah terdampak beserta ketersediaan penerbangan setiap harinya.
Sementara itu, KBRI Teheran akan terus menjalin komunikasi intensif dengan para WNI yang masih berada di Iran, baik yang menetap maupun yang sedang berada di negara tersebut untuk sementara waktu.
"KBRI Teheran akan terus melakukan engagement dan outreach dengan para WNI yang masih berada di wilayah Iran," ujar Heni.
Kemlu juga memastikan KBRI Teheran tetap beroperasi untuk memberikan bantuan serta layanan bagi seluruh WNI yang masih berada di Iran.
(tfa/luc) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]