Iran Bantah Keras Serang Azerbaijan, Sebut Aksi "Senyap" Israel Cs
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Iran membantah keras tuduhan bahwa mereka berada di balik serangan drone yang menghantam wilayah Azerbaijan. Teheran justru menuding kemungkinan adanya operasi provokasi yang dilakukan oleh pihak lain, termasuk Israel, untuk menyeret Iran ke konflik dengan negara-negara tetangganya.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, setelah otoritas Azerbaijan melaporkan adanya serangan drone yang diduga datang dari arah Iran.
Sebelumnya, pejabat Azerbaijan pada Kamis (6/3/2026) menyatakan bahwa drone yang terbang dari arah Iran menghantam bangunan terminal di Bandara Internasional Nakhchivan. Selain itu, sebuah pesawat nirawak lainnya dilaporkan jatuh di dekat sebuah sekolah di desa sekitar, menyebabkan dua warga sipil terluka.
Dalam wawancara dengan media Rusia, RT, Jalali mengatakan militer Iran telah menegaskan bahwa beberapa serangan drone yang terjadi di kawasan tersebut mungkin dikendalikan oleh pihak lain.
Ia mengutip pernyataan Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran yang menyebut bahwa dalam beberapa kasus "pihak lain mengarahkan drone tersebut".
"Kami tidak menyerang Nakhchivan, dan tidak ada alasan untuk melakukan serangan," kata Jalali.
"Ada kemungkinan bahwa rezim Zionis dan pihak lain telah mengambil tindakan ini untuk melibatkan kita dengan negara-negara tetangga kita," tambahnya.
Iran menegaskan bahwa operasi militer mereka hanya menargetkan negara atau lokasi yang menampung pangkalan militer milik musuh Teheran.
Iran menegaskan tidak memiliki niat untuk memicu konfrontasi dengan negara-negara tetangga.
Jalali juga menolak klaim dari Pentagon yang menyebut Iran kini berada dalam kondisi militer yang sangat lemah setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Pentagon sebelumnya menyatakan Iran "sangat lemah" dan bahkan "tidak ada rudal tersisa" menyusul pengeboman yang dimulai pada Sabtu lalu.
Menurut Jalali, pernyataan tersebut merupakan bagian dari strategi propaganda. Ia menyebut klaim tersebut sebagai bagian dari "perang psikologis" yang bertujuan "untuk memaksakan narasi mereka sendiri".
Sebelumnya, pemerintah Azerbaijan menilai insiden tersebut sebagai tindakan serius dan langsung menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab. Baku menyebut serangan tersebut sebagai "tindakan teroris" dan menuntut permintaan maaf dari Teheran.
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev juga menyatakan bahwa pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban. Ia bahkan bersumpah negaranya akan melakukan pembalasan.
Menurutnya, Azerbaijan akan melakukan serangan balasan terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab.
(luc/luc) Add
source on Google