Prabowo Mau Mediasi Perang Iran Vs AS-Israel, Negara Arab Mendukung

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Jumat, 06/03/2026 11:15 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto. (Muchlis Jr/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto berkeinginan untuk menjadi mediator konflik yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel. Menurut Ketua Majelis Ulama Bidang Penanggulangan Bencana Nusron Wahid, rencana itu mendapat sambutan positif dari beberapa negara di Timur Tengah.

Hal itu diungkapkan Nusron usai bersama para kyai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam yang digelar di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam.

"Sambil melihat keadaan tadi disampaikan, prinsipnya bapak presiden, menginginkan adanya pertemuan dengan Iran untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri dan kemudian langkah-langkah yang diambil bapak presiden itu mendapat support dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain termasuk dari Pakistan, termasuk juga dari UAE," ujar Nusron.



Sosok yang juga menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional menambahkan, Prabowo bersama sejumlah pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan negara memiliki tujuan yang sama, yakni mengupayakan perdamaian dan mencegah konflik di kawasan Timur Tengah semakin meluas.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menilai Prabowo menunjukkan komitmen untuk berkontribusi dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah. Menurutnya, Indonesia memiliki posisi yang cukup strategis untuk membuka ruang komunikasi di antara pihak-pihak yang terlibat.

"Yang jelas bahwa presiden menegaskan komitmennya, beliau akan melakukan apa saja untuk ikut berkontribusi membantu ke arah perdamaian, penyelesaian masalah dan lebih-lebih karena penyelesaian masalah, terutama konflik di Timur Tengah hari ini akan terkait secara cukup langsung dengan keadaan kepentingan-kepentingan domestik kita sendiri," ujar Yahya.

Ia juga menilai bahwa Indonesia memiliki peluang untuk memainkan peran sebagai mediator komunikasi karena diterima oleh berbagai pihak yang terlibat dalam konflik.

"Alhamdulillah, Indonesia, dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto, adalah aktor yang diterima oleh semua pihak sehingga punya peluang untuk bisa menjadi semacam mediator komunikasi di antara pihak-pihak yang terlibat," tuturnya.



(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: BI Pastikan Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Konflik Global