MARKET DATA

Lebih Hemat, Ini Kendaraan yang Bikin RI Terbebas dari Impor BBM

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
06 March 2026 10:25
Dirut PLN Darmawan Prasodjo resmikan SPKLU di Kementerian Perdagangan
Foto: dok: Firda Dwi Muliawati

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) membeberkan sejumlah keuntungan bagi masyarakat yang beralih menggunakan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) dibandingkan kendaraan konvensional berbasis bahan bakar minyak (BBM). Penggunaan EV menawarkan efisiensi energi yang jauh lebih tinggi serta penghematan biaya operasional.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa secara teknis mesin kendaraan listrik memiliki mekanisme konversi energi yang jauh lebih optimal ketimbang mesin basis BBM. Ia membandingkan tingkat efisiensi kedua jenis kendaraan tersebut berbeda jauh.

"Tapi kalau energi listrik diubah menjadi energi kinetik, itu sangat efisien. Efisiensinya lebih dari 85%. Buktinya apa? Monggo dilihat kipas angin, dilihat dari depan belakang kiri kanan apakah ada knalpotnya? Tidak ada knalpotnya," ujar Darmawan dalam acara peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kemendag, Jakarta, dikutip Jumat (6/3/2026).

Dalam catatannya, kendaraan BBM hanya memiliki tingkat efisiensi sekitar 13%-15% karena sebagian besar energinya terbuang menjadi panas melalui knalpot. Sebaliknya, kendaraan listrik mampu mengubah energi menjadi gerak tanpa membuang banyak energi panas, sehingga jauh lebih hemat energi.

"Nah, kalau jaraknya sama 10 km itu hanya 1,5 KWH listrik Pak, yaitu hanya sekitar Rp 2.600 per 10 kilometer. Jadi biayanya bisa berkurang sampai 70% dibanding menggunakan mobil BBM," tambahnya.

Sebagai perbandingan, Darmawan menyebutkan bahwa satu liter BBM yang harganya sekitar Rp 13.000 hanya mampu menempuh jarak yang sama, yakni 10 kilometer.

"Nah emisinya, 1 liter bensin itu 2,4 kilogram CO2. 1,5 KWH listrik kalau emisinya menggunakan pembangkit listrik batu bara kami hanya sekitar 1,5 kilogram CO2. Jadi pengurangan emisinya juga sangat drastis bahkan kalau pembangkitnya dari batu bara," paparnya.

Selain keuntungan bagi pengguna, peralihan ke kendaraan listrik juga berdampak positif pada ketahanan energi nasional. Darmawan menekankan bahwa hal itu jadii upaya mengubah ketergantungan negara dari energi berbasis impor menjadi energi berbasis domestik.

"Artinya ini adalah pergeseran dari energi mahal menjadi energi murah, energi emisi tinggi menjadi emisi rendah. Dan BBM saat ini sudah banyak yang berbasis pada impor, dan listrik adalah energi yang berbasis pada kekuatan domestik," pungkasnya.

(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pantas BBM RI Mau Dicampur Etanol 10%, Impor Bensin Kian 'Meledak'


Most Popular
Features