Presiden AS Donald Trump tiba di samping kapten Inter Miami CF Lionel Messi, Kamis malam waktu AS. Ia memberikan penghargaan kepada para pemain dan official tim Inter Miami CF, juara bertahan Major League Soccer (MLS), dalam sebuah acara di East Room Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 5 Maret 2026. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Namun momen tak biasa justru terjadi. Ia tak menyinggung kemenangan klub sepak bola itu, malah perang Iran dan rencana AS menjatuhkan rezim Kuba. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Terlihat Messi memegang dahinya saat Trump berpidato. (REUTERS/Jonathan Ernst)
"Kami menghancurkan lebih banyak rudal Iran dan kemampuan drone Jerman, mengeliminasinya dengan cara yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya," kata Trump. "Begitu mereka meluncurkan rudal, dalam empat menit rudal itu dihancurkan. Mereka tidak tahu apa yang terjadi. Kami memiliki militer terbaik di dunia. Angkatan Laut telah hancur. 24 kapal dalam tiga hari. Itu banyak sekali kapal," kata Trump. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Di belakang, Messi dan skuad Inter Miami terlihat cuma terpaku melihat ke arah Trump. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Tak hanya itu, Trump juga menyinggung soal Kuba. Trump mengisyaratkan bahwa ia akan beralih ke Kuba, negara di pulau Karibia setelah perang melawan Iran. Kuba sendiri saat ini sedang mengalami hantaman keras dari AS berupa blokade energi. "Apa yang terjadi dengan Kuba sungguh luar biasa," kata Trump. (REUTERS/Jonathan Ernst)