MARKET DATA
Internasional

Ini Posisi Terbaru NATO di Perang AS-Israel vs Iran

tfa,  CNBC Indonesia
06 March 2026 07:00
Prajurit memegang bendera NATO. (File Foto - Omar Marques/Getty Images)
Foto: Prajurit memegang bendera NATO. (File Foto - Getty Images/Omar Marques)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dilaporkan meningkatkan kesiapsiagaan sistem pertahanan rudal balistik di seluruh wilayah aliansi. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya serangan Iran di Timur Tengah, termasuk peluncuran rudal yang sempat mengarah ke wilayah Turki sebelum akhirnya berhasil dicegat.

Langkah tersebut diumumkan juru bicara NATO, Kolonel Martin O'Donnell. Ia mengatakan seluruh anggota aliansi sepakat untuk menaikkan tingkat kesiapan pertahanan menyusul meningkatnya ancaman.

"Kemarin NATO meningkatkan postur pertahanan rudal balistik di seluruh aliansi," kata O'Donnell dalam pernyataan yang dibagikan di media sosial, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, keputusan itu diambil setelah 32 negara anggota NATO menggelar pertemuan tingkat duta besar di Brussels. Dalam pertemuan tersebut, para sekutu sepakat mempertahankan kesiapan sistem pertahanan pada level tinggi hingga ancaman dari serangan Iran mereda.

"Postur tersebut akan tetap pada tingkat yang ditingkatkan sampai ancaman dari serangan tanpa pandang bulu Iran di seluruh wilayah mereda," ujarnya.

Meski demikian, NATO tidak mengungkapkan secara rinci perubahan pada sistem pertahanan tersebut dengan alasan keamanan operasional.

O'Donnell mengonfirmasi bahwa peningkatan kesiapsiagaan itu dilakukan pada hari yang sama ketika sistem pertahanan NATO berhasil mencegat rudal balistik yang menuju wilayah Turki.

"Dalam waktu kurang dari 10 menit, personel NATO mengidentifikasi ancaman terhadap sekutu, mengonfirmasi lintasan rudal balistik, memperingatkan sistem pertahanan berbasis darat dan laut, lalu meluncurkan pencegat untuk menghancurkan ancaman tersebut," jelasnya.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap operasi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel. Serangan tersebut melibatkan peluncuran rudal dan drone yang menghantam sejumlah kota serta infrastruktur di Timur Tengah.

(tfa/tfa) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Mantan Sekjen Bocorkan Trump Serius Mau Bawa AS Cabut dari NATO


Most Popular
Features