MARKET DATA
Internasional

Bom! Houthi Yaman Ikut Perang AS-Israel vs Iran, Akan Rudal Laut Merah

sef,  CNBC Indonesia
06 March 2026 06:05
Protesters, largely Houthi supporters, rally to show solidarity with Palestinians in the Gaza Strip, in Sanaa, Yemen, June 7, 2024. REUTERS/Khaled Abdullah
Foto: Ilustrasi Houthi di Yaman (REUTERS/Khaled Abdullah)

Jakarta, CNBC Indonesia - Situasi terkini terjadi di Timur Tengah, Jumat (6/3/2026), di tengah perang antara Amerika Serikat (AS)-Iran dan Israel. Dalam laporan terbaru, AFP, kelompok Houthi di Yaman, kini mulai bereaksi membela Iran.

Pemimpin Houthi mengatakan kelompoknya siap menyerang kapan saja dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Kamis. Sebelumnya serangan AS-Israel ke Iran sudah terjadi sejak 28 Februari yang menyebabkan serangan balasan Teheran ke Tel Aviv dan sejumlah pangkalan militer Amerika di negara-negara Arab, termasuk Qatar, Bahrain, Kuwait, UEA dan Arab Saudi.

"Mengenai eskalasi dan tindakan militer, jari kami berada di pelatuk," kata Abdul Malik al-Houthi, dimuat AFP.

"Siap untuk merespons kapan saja jika perkembangan mengharuskannya."

Kemunculan Houthi dalam konflik semakin membuat kekhawatiran pada ekonomi global. Mengutip Arab News merujuk sumber, Houthi telah menginstruksikan serangan militer di Laut Merah untuk membalas Israel dan AS.

Saat perang Israel dan Hamas berlangsung di Gaza, Houthi juga menyerang aktivitas Israel dan Barat di Laut Merah dan membuat pelayaran terganggu. Perlu diketahui, perairan ini mengangkut sekitar 10% hingga 15% dari total perdagangan maritim global, di mana sekitar 30% dari kontainer dunia melintas.

Pernyataan ini juga tak main-main. Utusan Houthi di Iran, Mohammad Ramazani, pun berujar serangan tak hanya di Laut Merah tapi juga Bab Al-Mandab.

"Solidaritas dengan Republik Islam Iran dan rakyat Iran yang terkasih adalah kewajiban Islam dan moral bagi semua Muslim, dan demi kepentingan dunia Islam, karena Iran saat ini sedang berperang melawan tirani Israel-Amerika yang biadab dan menargetkan seluruh bangsa," ucap al-Houthi dalam kesempatan lain.

"Kita bersiap sepenuhnya untuk menghadapi perkembangan apa pun yang diperlukan, dan tidak ada alasan untuk khawatir mengenai Republik Islam Iran dalam menghadapi agresi Amerika-Israel," tegasnya.

"Iran kuat, posisinya teguh, dan responsnya tegas. Bahkan, Iran sedang melancarkan seluruh pertempuran bangsa Islam melawan tirani Amerika-Israel-Zionis," sebutnya.

Laut Merah adalah jalur ini sangat vital karena menghubungkan Asia dan Eropa melalui Terusan Suez. Ini sama pentingnya dengan Selat Hormuz- membawa 20% minyak dan 25% gas dunia- yang kini ditutup Iran, mencakup sekitar 12% dari total perdagangan minyak yang diangkut melalui laut.

Serangan Houthi di Laut Merah karena Israel menyerang Gaza sebelumnya, memaksa banyak kapal memutar melalui Tanjung Harapan. Hal tersebut telah menambah waktu perjalanan hingga dua minggu dan biaya bahan bakar yang signifikan.

Penurunan lalu lintas, transit kapal kontainer di Laut Merah juga dilaporkan menurun drastis sebesar 67%, dan kapal pembawa Gas Alam Cair (LNG) terhenti sejak awal 2024. Krisis ini memicu lonjakan biaya pengiriman dan asuransi, dengan biaya peti kemas dari Shanghai ke Eropa naik lebih dari tiga kali lipat

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Houthi Serbu Kantor dan Sandera Puluhan Pegawai PBB, Iran Terlibat?


Most Popular
Features