Internasional

Siaga 1 Perang AS-Israel vs Iran Disebut Bisa Buka Gerbang PD 3

tfa, CNBC Indonesia
Kamis, 05/03/2026 09:00 WIB
Foto: Ketegangan terjadi di Timur Tengah usai serangan AS-Israel ke Iran. Teheran menyerang balas dengan merudal Israel dan pangkalan militer AS di negara-negara Teluk. Ini dikhawatirkan membawa perang makin melebar dan memicu eskalasi baru.(AFP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Peringatan mendiang negarawan Rusia, Vladimir Zhirinovsky, soal potensi Perang Dunia III (PD 3) kembali menjadi sorotan. Ini menyusul eskalasi militer besar-besaran yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Video lama yang direkam pada 2022 itu beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Zhirinovsky, yang saat itu menjabat sebagai pemimpin Partai Demokrat Liberal Rusia, memperingatkan bahwa ketegangan di Timur Tengah akan melampaui konflik di Ukraina dan berpotensi menyeret dunia ke perang global.


"Anda tidak memperhitungkan situasi di Timur Tengah. Akan ada peristiwa yang membuat semua orang lupa apa itu Ukraina," ujar Zhirinovsky dalam video tersebut, seperti dikutip RT, Kamis (5/3/2026).

"Masalahnya adalah tentang Perang Dunia Ketiga (PD III/PD3)," tambahnya, seraya menunjuk Iran sebagai titik rawan eskalasi.

Pernyataan itu kembali relevan setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran pada akhir pekan lalu. Washington dan Tel Aviv menyatakan operasi tersebut bertujuan mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir.

Klaim ini dibantah keras oleh Iran. Di mana negara itu menegaskan program nuklirnya bersifat damai.

Dalam video yang sama, Zhirinovsky memprediksi Israel akan menargetkan fasilitas nuklir Iran dan memicu serangan balasan cepat dari Teheran. Situasi itu, menurutnya, akan digunakan Amerika sebagai alasan untuk melakukan intervensi militer skala besar.

"Iran bukan Vietnam, bukan Korea Utara, bukan Kosovo. Di sinilah peristiwa paling mengerikan akan terjadi," kata Zhirinovsky.

Eskalasi konflik tidak hanya terjadi di Iran. Israel juga meningkatkan serangan ke Lebanon setelah kelompok Hizbullah meluncurkan roket balasan. Serangan lintas wilayah tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, dengan rentetan rudal dan drone menghantam Iran, Israel, hingga kawasan Teluk.

Situasi kian genting setelah Iran menyebut operasi militer tersebut sebagai upaya penggulingan rezim. Dampaknya, jalur distribusi minyak mentah dan gas alam cair melalui Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting dunia, mengalami gangguan signifikan.

Ketegangan geopolitik yang terus meningkat ini memicu kekhawatiran pasar global akan meluasnya konflik regional menjadi konfrontasi internasional berskala besar, sebagaimana pernah diperingatkan Zhirinovsky sebelum wafat.


(tfa/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: AS-Israel Serang Iran, Ekonomi Global Terancam?