Internasional

Pesawat Hercules Bawa Duit Rp 1 T Jatuh, Uangnya Dijarah Warga

sef, CNBC Indonesia
Rabu, 04/03/2026 11:40 WIB
Foto: (REUTERS/Claudia Morales)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pesawat angkut Hercules C-130 kecelakaan setelah mendarat di Bandara Internasional El Alto, Bolivia. Kejadian tersebut menewaskan 24 orang.

Kejadian berlangsung Jumat pekan lalu sekitar pukul 18.15 waktu setempat, saat pesawat tiba dari kota Santa Cruz. Pesawat tersebut diketahui mengangkut uang kertas dari Bank Sentral BCBB, sejumlah 17,1 juta lembar uang kertas sebagai pecahan, dengan total 423 juta bolivianos (sekitar Rp 1 triliun).


Saat kejadian para saksi mata bergegas ke lokasi kecelakaan untuk mengambil uang tunai yang tumpah. Polisi terpaksa menggunakan gas air mata untuk menghalau mereka.

Rekaman video menunjukkan pesawat di darat dan kendaraan yang rusak parah. Dalam video lain, orang-orang yang ingin menjarah uang terlihat berlari menjauhi gas air mata dan petugas polisi, beberapa memegang perisai, membentuk barisan, bahkan melempari aparat dengan batu.

"Saat kru berita meliput kecelakaan itu, individu yang mencoba mencuri uang yang diangkut menyerang pers dengan kekerasan yang tidak biasa," kata Asosiasi Jurnalis Nasional Bolivia dimuat BBC.

"Menurut pemerintah, sekitar 30% uang tersebut telah dijarah," tulis AFP.

Hal ini kemudian membuat pemerintah bertindak. Dilansir Rabu (4/3/2026), BCB akhirnya membuat pengumuman yang membatalkan semua uang kertas yang diangkut dalam penerbangan tersebut.

Uang dengan seri B dilaporkan tak akan lagi diterima pedagang. Uang yang dibawa Hercules nahas itu kini dianggap "tidak berharga".

Presiden BCB David Espinoza mengimbau masyarakat untuk memahami situasi, dan mendesak mereka untuk menerima uang tunai yang sah. BCB telah menyediakan alat pencarian di situs webnya, yang dapat digunakan warga Bolivia untuk memverifikasi keabsahan uang tunai mereka.

"Saya ingin memperjelas kepada mereka yang mencoba mengambil uang dari pesawat yang terlibat dalam tragedi ini bahwa uang ini tidak memiliki nilai hukum... bahwa upaya untuk menggunakan uang ini adalah kejahatan," tambah Menteri Pertahanan, Marcelo Salinas.

"Kami juga meminta semua pihak yang melakukan tindakan vandalisme di daerah ini untuk menahan diri dan menghormati masa berkabung dan duka yang kami alami di masa sulit ini," ujarnya.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bank Di Bolivia Kembali Cairkan Simpanan Dolar