MARKET DATA
Internasional

Pusat Data AWS Diserang Drone, Aplikasi & Bank UEA Lumpuh

tfa,  CNBC Indonesia
04 March 2026 07:35
Amazon Web Service. (AWS). (REUTERS/Benoit Tessier/File Photo)
Foto: Amazon Web Service. (AWS). (REUTERS/Benoit Tessier/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Layanan perbankan dan pembayaran digital di Uni Emirat Arab (UEA) sempat mengalami kelumpuhan setelah pusat data Amazon Web Services (AWS) menjadi sasaran serangan drone. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

AWS menyatakan pada Senin (2/3/2026) malam bahwa dua pusat datanya di UEA serta satu fasilitas di Bahrain mengalami kerusakan akibat serangan tersebut, sehingga tidak dapat diakses sementara waktu.

Gangguan ini berdampak luas pada berbagai aplikasi konsumen, layanan keuangan, hingga sistem perusahaan.

Platform transportasi dan pengantaran Careem, perusahaan pembayaran Alaan dan Hubpay melaporkan gangguan layanan akibat masalah infrastruktur AWS. Sejumlah bank besar juga terdampak, termasuk Abu Dhabi Commercial Bank (ADCB) dan Emirates NBD.

"Karena gangguan TI di seluruh wilayah baru-baru ini, Aplikasi Mobile Banking ADCB dan layanan Contact Centre untuk sementara tidak tersedia," tulis ADCB dalam pernyataan resminya pada Senin, seperti dikutip CNBC International.

Emirates NBD juga mengkonfirmasi layanan perbankan teleponnya sempat terpengaruh, meskipun kembali berfungsi pada Selasa waktu setempat. Gangguan juga dialami perusahaan teknologi global. Snowflake mencatat peningkatan tingkat kesalahan konektivitas di wilayah tersebut.

Alaan sempat menyatakan aplikasi seluler dan web mereka offline akibat "gangguan AWS kritis yang disebabkan oleh situasi regional yang sedang berlangsung," sebelum pesan tersebut dihapus beberapa jam kemudian.

Aplikasi investasi Sarwa melaporkan layanan intinya kembali online pada Selasa, sementara Hubpay memperingatkan pelanggan terkait potensi kendala saat masuk ke aplikasi selama gangguan berlangsung. Di sisi lain, Careem menyatakan layanannya telah pulih sepenuhnya.

AWS sendiri menyebut proses pemulihan masih berlangsung. Perusahaan juga mengimbau pelanggan dengan beban kerja di Timur Tengah untuk segera memindahkan sistem mereka ke wilayah AWS alternatif.

"Kami terus membuat kemajuan dalam upaya pemulihan di berbagai alur kerja," tulis AWS dalam pembaruan di dasbor AWS Health pada Selasa pagi waktu AS.

Serangan drone terjadi pada Minggu dan menyebabkan kerusakan fisik pada infrastruktur AWS. Perusahaan menyebut serangan tersebut memicu "percikan dan api" di salah satu fasilitasnya.

"Di UEA, dua fasilitas kami terkena dampak langsung, sementara di Bahrain, serangan drone di dekat salah satu fasilitas kami menyebabkan dampak fisik pada infrastruktur," ujar AWS.

AWS menambahkan bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan struktural, mengganggu pasokan listrik, dan dalam beberapa kasus memerlukan pemadaman kebakaran yang menimbulkan kerusakan tambahan akibat air.

Eskalasi konflik regional meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Republik Islam, Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan serangan ke berbagai target strategis di kawasan, termasuk pangkalan militer dan infrastruktur vital seperti pusat data serta fasilitas minyak dan gas.

Dampak konflik turut mengguncang pasar global. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran memicu lonjakan harga minyak dan tekanan di pasar keuangan dunia, dengan bursa saham Amerika Serikat, Eropa, dan Asia kompak melemah seiring meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

(tfa/tfa) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Dubes UEA Blak-Blakan Hasil Pembicaraan dengan Prabowo di Istana


Most Popular
Features