Puing-puing berserakan di lokasi serangan Israel dan AS yang menghantam sebuah kantor polisi di Teheran, Iran, Selasa (3/3/2026), di tengah memanasnya konflik antara kedua negara dan Iran. Serangan udara yang mengguncang ibu kota pada Senin itu membuat bangunan tersebut nyaris rata dengan tanah, sementara material bangunan dan pecahan kendaraan terpental hingga menutup jalan-jalan di sekitarnya. (Tangkapan Layar Video Reuters/WANA)
Nampak sebuah ekskavator dikerahkan untuk membersihkan reruntuhan bangunan yang runtuh. Sejumlah mobil tampak rusak parah, sementara warga berkumpul menyaksikan tim darurat menilai tingkat kerusakan. Petugas pemadam kebakaran juga terlihat berada di lokasi untuk mengamankan area terdampak. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Selain kantor polisi, rumah-rumah warga di sekitar lokasi turut mengalami kerusakan serius. Sebuah taman bermain anak-anak di kawasan tersebut juga tampak porak-poranda, menambah daftar infrastruktur sipil yang terdampak dalam serangan itu. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Serangan ini terjadi di tengah ofensif militer paling luas dalam beberapa tahun terakhir yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, memicu kemarahan dan janji pembalasan dari Teheran. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Sebagai respons, Iran disebut menargetkan aset-aset Israel dan Amerika Serikat di berbagai negara Teluk. Serangan balasan dilaporkan mencakup peluncuran rudal dan drone ke sejumlah target strategis, termasuk pangkalan udara Inggris di kawasan tersebut. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
Konflik AS-Israel melawan Iran pun meluas pada hari yang sama. Israel dilaporkan menyerang Lebanon sebagai tanggapan atas serangan oleh kelompok Hizbullah, memperluas eskalasi di kawasan Timur Tengah yang semakin tidak terkendali. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)