Harga Beras Melonjak di 114 Kabupaten/Kota, BPS Beberkan Datanya
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah lonjakan sejumlah komoditas pangan, harga beras secara nasional tercatat relatif stabil. Namun di balik angka nasional tersebut, dinamika di daerah menunjukkan cerita berbeda.
Data terbaru mengungkap masih banyak wilayah yang mengalami kenaikan Indeks Perubahan Harga (IPH) untuk komoditas beras.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan kondisi tersebut dalam rapat koordinasi terbaru.
"Kalau kita lihat untuk beras secara nasional harga stabil. Tetapi jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH beras ada 114 kabupaten/kota," ujarnya dalam rakor Inflasi, Selasa (3/3/2026).
Kondisi ini menunjukkan adanya variasi tekanan harga antarwilayah yang perlu dicermati lebih dalam, terutama menjelang Ramadan. Selain beras, perhatian juga tertuju pada minyak goreng yang relatif lebih terkendali dibanding komoditas lain.
"Minyak goreng relatif stabil bahkan cenderung menurun terutama di bulan Februari minggu keempat," kata Amalia.
Meski demikian, sejumlah daerah masih mencatat harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), terutama di luar Pulau Jawa dan sebagian wilayah Jawa.
"Ini kira-kira harga minyak goreng kita yang masih di atas 15.700 di luar Pulau Jawa. Bahkan di Pulau Jawa ada rata-rata harga minyak kita yang masih di atas HET seperti di Kota Cilacap, Kepulauan Seribu, Kota Serang, Jakarta Timur, Sumenep, dan Sidoarjo," jelasnya.
Di sisi lain, beberapa daerah sudah berhasil menjaga harga di bawah HET, menunjukkan distribusi dan pengawasan berjalan lebih efektif.
"Yang sudah di bawah HET seperti Kabupaten Demak, Kulon Progo, Bantul, Gunung Kidul, Belitung Timur, Mesuji, Mamasa, Batubara, Padang Lawas Utara, dan Padang Lawas," ungkap Amalia.
Menurutnya, variasi kondisi antarwilayah ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pengendalian distribusi dan pasokan menjelang periode permintaan tinggi.
"Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH ini perlu menjadi perhatian dalam rangka menghadapi Ramadan dan Lebaran," pungkasnya.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]