Ambisi RI: 2060 Bisa Punya 44 GW Pembangkit Nuklir!
Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan Energi Nasional (DEN) membeberkan, bahwa Indonesia memiliki target bisa mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebesar 44 Giga Watt (GW) pada tahun 2060.
Sekretaris Jenderal DEN Dadan Kusdiana menjelaskan bahwa target tersebut telah tertuang dalam perencanaan jangka panjang energi nasional untuk mendukung komitmen net zero emission (NZE). Yang jelas, pengembangan nuklir ini bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan strategis untuk menyeimbangkan bauran energi primer dan mendukung transisi energi yang berkelanjutan.
"Target total kapasitas 44 Gigawatt pada tahun 2060. Dari 44 Gigawatt tersebut, 35 Gigawatt dialokasikan untuk pembangkit listrik, sementara yang lain, 9 Gigawatt, didedikasikan untuk produksi hidrogen nasional yang dimulai pada tahun 2045," ujar Dadan dalam acara Pembukaan Workshop on Small Modular Reactor Deployment Considerations For Indonesia, di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Saat ini, posisi energi nuklir dalam kebijakan nasional telah berubah signifikan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional.
Di mana, energi nuklir tidak lagi dianggap sebagai pilihan terakhir atau last resort, melainkan menjadi elemen vital yang harus dioperasionalkan melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional.
"Sebagai hasilnya, porsi nuklir dalam bauran energi kita diproyeksikan meningkat secara signifikan dari 0,5% pada awalnya menjadi lebih dari 11% pada akhir tahun 2060," tambahnya.
Sebagai langkah awal menuju target puluhan Giga Watt tersebut, pemerintah berencana mengoperasikan PLTN pertama pada rentang tahun 2032 hingga 2034 dengan kapasitas permulaan sebesar 500 Megawatt.
Langkah tersebut dinilai selaras dengan asta cita Presiden Prabowo untuk memperkuat pertahanan nasional sekaligus mendorong swasembada energi yang ramah lingkungan.
(pgr/pgr) Add
source on Google