Airlangga Ungkap Antisipasi Gangguan Pasokan Minyak RI Akibat Perang
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah tetap optimistis cadangan energi, terutama bahan bakar minyak (BBM), tetap aman di tengah konflik memanas di Timur Tengah.
Airlangga mengungkapkan antisipasi lebih lanjut akan dilakukan sesuai dengan eskalasi dan durasi dari perang Iran dan Amerika Serikat (AS) serta Israel.
"Antisipasi kan tergantung dari situasi perang ini, perang seperti Ukraine yang lama atau perang yang singkat," kata Airlangga usai konferensi pers soal THR dan BHR ojol, Selasa (3/3/2026).
Namun demikian, dia menuturkan Indonesia sudah memiliki Memorandum of Understanding (MoU), antar Pertamina dan sejumlah perusahaan minyal asal AS, seperti Chevron dan Exxon. Airlangga yakin pasokan dari perusahaan AS ini mampu menutup kebutuhan energi di Tanah Air.
"Kan sudah ada MoU Pertamina dengan beberapa perusahaan dan itu tentu bisa ditutup," ujarnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya membeberkan data stok BBM di Indonesia terkini. Tercatat, stok BBM di Indonesia masih aman di atas 20 hari.
Saat ini, pemerintah sedang menghitung dampak dan upaya yang akan dilakukan berkenaan dengan ditutupnya Selat Hormuz, Iran. Setidaknya ini akan memicu terjadinya lonjakan harga atau tersendatnya pasokan.
Bahlil mengatakan akan memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait dengan kondisi terkini geopolitik menyangkut penutupan selat Hormuz, terhadap sektor energi.
"Karena ini kita antisipasi tentang pasokan minyak dunia, karena bagaimanapun kita masih melakukan impor 1 juta barel per day," kata Bahlil.
Namun Ketua Umum Partai Golkar ini belum bisa mengungkapkan upaya mititgasi apa yang akan dilakukan pemerintah terkait hal ini. Selain itu pihaknya juga akan menggelar rapat dengan Dewan Energi Nasional, pada esok hari untuk membahas dampak dan langkah antisipasi yang akan dilakukan pemerintah.
"Nanti besok Insyaallah saya rapat di ESDM, kami akan rapat dengan Dewan Energi Nasional," kata Bahlil.
(haa/haa) Add
source on Google