Bos Buruh RI Mau Kirim Surat ke Trump Minta Perang Disetop
Jakarta, CNBC Indonesia - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), dan Partai Buruh menyoroti eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang juga menyeret Amerika Serikat. Presiden KSPI Said Iqbal menegaskan, dampak perang tersebut bukan hanya persoalan geopolitik, melainkan ancaman langsung terhadap buruh Indonesia.
"Kami menyerukan setop perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Dampaknya jelas buat buruh, harga minyak melambung, biaya produksi naik, ujung-ujungnya PHK," kata Said Iqbal dalam konferensi pers, Selasa (3/3/2026).
Jika harga minyak dunia melonjak akibat konflik dan terganggunya jalur distribusi seperti Selat Hormuz, maka beban logistik di dalam negeri akan meningkat. Kondisi tersebut bisa memicu lonjakan harga barang menjelang Lebaran.
"Kalau biaya produksi naik, perusahaan akan efisiensi. Efisiensi artinya PHK. Jadi perang itu langsung mengancam lapangan kerja di Indonesia," ujarnya.
Iqbal bahkan menyatakan pihaknya akan mengambil langkah diplomatik dengan mengirim surat resmi ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia mengaku memiliki akses untuk mendorong isu tersebut sampai ke tingkat internasional.
"Saya punya akses ke PBB. Saya mantan Governing Body ILO (International Labour Organization), surat akan kami kirim ke Sekjen PBB Antonio Guterres melalui jaringan kami di Jenewa," tegasnya.
Tak hanya itu, ia juga mengklaim akan menyurati Presiden Amerika Serikat melalui jaringan serikat buruh di Negeri Paman Sam.
"Kami akan kirim surat ke Presiden Trump lewat AFL-CIO (The American Federation of Labor and Congress of Industrial Organizations). Kami punya teman di sana. Kami minta Amerika menghentikan perang," ucap Iqbal.
Bila konflik berlangsung lama, dampaknya akan terasa di pasar modal, nilai tukar rupiah, hingga sektor industri yang bergantung pada bahan baku impor seperti tekstil dan garmen.
"Perang Iran dengan Amerika dan Israel pasti akan terjadi PHK besar-besaran kalau tidak dihentikan. Karena itu kami minta Presiden Prabowo ambil langkah preventif," kata Said.
Aksi yang digelar besok menjadi bentuk tekanan moral sekaligus peringatan dini agar pemerintah bersiap menghadapi potensi guncangan ekonomi global.
"Setop perang Iran dengan Amerika plus Israel. Itu sikap kami. Buruh tidak ingin jadi korban dari konflik global," ujar Said Iqbal.
(fys/wur) Add
source on Google