Internasional

Ramai-Ramai Negara Arab 'Keroyok' Iran di PBB

tfa, CNBC Indonesia
Selasa, 03/03/2026 11:45 WIB
Foto: Menteri Luar Negeri Polandia Marcin Bosacki berbicara kepada para delegasi selama pertemuan Dewan Keamanan tentang ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional di markas besar PBB di New York City, AS, 12 September 2025. (REUTERS/Jeenah Moon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Negara-negara Arab mengecam keras gelombang serangan balasan yang dilancarkan Iran setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang wilayah Teheran. Mereka menilai tindakan Teheran tersebut telah menggagalkan upaya menjaga stabilitas dan menempatkan kawasan dalam risiko besar.

Kecaman keras muncul dalam pernyataan bersama yang dibacakan di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York oleh enam anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yakni Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA), bersama Yordania dan AS. Mereka menuduh Iran melancarkan serangan rudal dan drone yang disebut "sembrono" dan menargetkan wilayah berdaulat di Timur Tengah.


"Kami menolak segala justifikasi atas perilaku bermusuhan ini dan menegaskan tindakan Iran ini adalah eskalasi yang berbahaya yang melanggar kedaulatan negara," ujar Jamal Fares Alrowaiei, duta besar Bahrain untuk PBB, mewakili kelompok GCC, dalam pernyataan yang semakin memanas di sidang itu, seperti dikutip AFP, Selasa (3/3/2026).

Para perwakilan negara Arab menekankan bahwa serangan Iran telah membahayakan populasi sipil, merusak infrastruktur, dan mengancam stabilitas regional yang sudah rapuh. Mereka juga menegaskan hak masing-masing negara untuk membela diri di bawah hukum internasional sambil menyerukan penghentian aksi militer.

Duta Besar Saudi Abdulmohsen Binkhothaila mengatakan bahwa pemerintah Arab "telah berupaya meningkatkan dialog dan keterbukaan. Ini adalah eskalasi yang tidak dapat dibenarkan yang mengacaukan semua upaya perdamaian dan stabilitas."

Wakil perwakilan Oman, Mohamed Al-Balushi, juga menyerukan penghentian segera aksi militer dan kembali ke dialog karena itu satu-satunya cara untuk menyelesaikan perselisihan." Sementara itu Duta Besar Kuwait Naser Abdullah H.M. Alhayen menyebut bahwa menyerang warga sipil di negara-negara yang berupaya mencapai perdamaian merupakan "kejahatan yang mengerikan" dan mendesak Iran untuk "menahan diri dari eskalasi militer lebih lanjut".

Meski demikian, pernyataan ini mendapat tanggapan keras dari Iran. Duta Besar Iran Ali Bahreini mengatakan negaranya tengah "diserang secara membabi buta dan invasif oleh Amerika Serikat dan rezim Israel" sambil menuduh serangan terhadap sekolah dan rumah sakit di Iran sebagai pelanggaran hukum internasional.

Gulf Cooperation Council menyatakan bahwa serangan Iran tersebut "melanggar kedaulatan" negara-negara kawasan serta menimbulkan potensi konflik yang lebih luas. Uni Eropa dan negara tetangga Turki juga telah menyerukan pembatasan dan kembali ke meja perundingan untuk mencegah perluasan konflik.


(tfa/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Israel Serang Iran, UEA Setop Sementara Kegiatan di Pasar Saham