MARKET DATA

Tren Inflasi Ramadan 2022-2025: Makanan-Minuman Jadi Pemicu

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
02 March 2026 12:00
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono. (CNBC Indonesia/Zahwa Madjid)
Foto: Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono. (CNBC Indonesia/Zahwa Madjid)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi selalu menghantui Indeks Harga Konsumen (IHK) selama Ramadan lima tahun terakhir. Hal ini terungkap dari data BPS.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan selama lima tahun terakhir, inflasi Ramadan pada tahun ini, Februari 2026, lebih rendah dibandingkan 0,95% pada 2022. Sepanjang lima tahun terakhir, momen inflasi tertinggi tercatat pada 2025, yakni 1,65%. Jika dilihat secara umum, komoditas bergejolak memberikan andil dominan.

"Secara umum, komoditas bergejolak, serta komoditas dari makanan, minuman dan tembakau, menjadi penyebab andil inflasi di setiap momen Ramadan," kata Ateng, dalam konferensi pers, Senin (2/3/2026).

Namun, untuk Ramadan pada 2026, inflasi utamanya didorong oleh inflasi emas. Andil inflasi emas mencapai 0,19%. Menurut data BPS, inflasi emas masuk menjadi pendorong sejak Ramadan pada 2024.

Inflasi emas pada Februari 2026 tercatat cukup tinggi, yakni 8,42% secara tahunan (year on year/yoy).

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking News! Inflasi November 2025 Tembus 0,17%


Most Popular
Features