MARKET DATA

Selat Hormuz Ditutup, Ini Dampak Mengerikannya

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
02 March 2026 10:50
Pemandangan udara pantai Iran dan pulau Qeshm di Selat Hormuz, 10 Desember 2023. (REUTERS/Stringer/File Photo)
Foto: (REUTERS/Nicolas Economou)

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran akhirnya memutuskan untuk menutup Selat Hormuz. Hal ini sebagai respons atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel beberapa hari yang lalu.

Langkah ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan Iran sejak dimulainya konflik dengan Israel pada 1979. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut paling strategis di dunia, yang menjadi rute bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global.

Beberapa waktu lalu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2016-2019, Arcandra Tahar pernah mengungkap besarnya volume minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melintasi Selat Hormuz setiap hari.

Menurut Arcandra, sekitar 15 juta barel minyak mentah per hari (bph) melewati jalur tersebut. Angka itu setara dengan sekitar 15 persen kebutuhan minyak dunia. Artinya, jika jalur ini benar-benar ditutup, maka perdagangan minyak global akan mengalami gangguan besar.

Dari angka itu, Arcandra mencatat, ada tiga negara penghasil minyak terbesar dunia yang melakukan transaksi melalui Selat Hormuz tersebut. Diantaranya, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan juga Kuwait.

"Dan jumlahnya ini adalah kalau crude itu sekitar bisa 15-14 juta barrel per day, itu mewakili 14-15% kebutuhan dunia," jelasnya kepada CNBC Indonesia dalam program Energy Corner beberapa waktu yang lalu, dikutip Senin (2/3/2026).

Selat Hormuz bukan hanya sebagai jalur transportasi minyak mentah. Berbagai produk bahan bakar minyak (BBM) untuk dikirimkan ke berbagai negara juga melewati Selat Hormuz. Dengan begitu, otomatis, pasokan BBM hingga 20% kebutuhan dunia akan terganggu.

"Kemudian yang produk BBM itu juga sekitar berapa? 8 juta ton atau sekitar, totalnya itu sekitar 20-an persen ketergantungan dunia, itu lewat Selat Hormuz," tegasnya.

Belum lagi, produk Liquefied Natural Gas (LNG) yang dikirimkan melalui kapal juga menggunakan Selat Hormuz sebagai jalur transportasi strategis. Utamanya, sebanyak 20% pasokan LNG dunia dari UAE dan Qatar melewati Selat Hormuz akan terganggu.

"Ditambah lagi LNG, LNG sekarang gas itu sudah menjadi komoditi yang diperdagangkan lewat kapal dan lain-lain, lewat Selat Hormuz berapa? Juga sekitar 20%, 15-20% itu yang berasal dari UAE, dari Qatar, itu lewat Selat Hormuz," tambahnya.

(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Iran Balas Dendam, Kapal Tank Minyak Sekutu AS Disita di Selat Hormuz


Most Popular
Features