Perkembangan Terkini Iran Setelah AS & Israel Bunuh Ayatollah Khamenei
Daftar Isi
- Serangan Iran Tewaskan 6 Orang di Israel
- Iran Bantah Targetkan Tetangga Arab
- Kapal Tanker Minyak Tenggelam
- OPEC Umumkan Peningkatan Produksi Minyak
- Inggris Beri Warning ke Warga
- Israel Serang Lagi Teheran
- Iran Tunjuk Pemimpin Tertinggi Sementara
- Pembunuhan Khamenei adalah Perang Terhadap Muslim
- AS Cegat Drone di Irak
- Protes Meletus Dukung Iran Balas AS Bunuh Khamenei
- Badan Nuklir PBB akan Bertemu
Jakarta, CNBC Indonesia - Para pemimpin Iran bersumpah untuk membalas kematian Ayatollah Ali Khamenei, Minggu (1/3/2026). Ini terjadi pasca serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Sabtu.
Teheran melancarkan gelombang serangan balas dendam "skala besar" ke Tel Aviv dan sejumlah negara Arab yang menampung pangkalan militer Washington. Berikut perkembangan dirangkum CNBC Indonesia:
Serangan Iran Tewaskan 6 Orang di Israel
Serangan terbaru Iran di Israel menewaskan sedikitnya enam orang. Iran melancarkan balasan ke Israel Tengah, sejak berita kematian Khamenei diumum kan.
"Layanan darurat telah memperingatkan adanya korban jiwa di Beit Shemesh, termasuk seorang gadis muda," tulis laman AFP.
"Kabar kematian tersebut muncul setelah Garda Revolusi Iran mengumumkan gelombang serangan baru terhadap musuh," tambahnya.
Iran Bantah Targetkan Tetangga Arab
Kepala keamanan Iran membantah bahwa Teheran menargetkan negara-negara tetangganya di kawasan itu, Minggu. Ia menegaskan bahwa pembalasannya ditujukan pada pangkalan-pangkalan AS.
Meskipun demikian, di UEA, pembalasan Iran telah menyebabkan tiga orang meninggal sementara 58 orang terluka. UEA merupakan tempat basis militer AS, dan sekutu Israel di Arab.
Sementara Kementerian Luar Negeri Arab Saudi telah memanggil duta besar Iran. Serangan Iran juga menargetkan kerajaan tersebut dan sejumlah negara sahabat lain.
Eskalasi ini membuat negara-negara Teluk mengadakan pertemuan pada Minggu malam ini untuk membahas tanggapan terpadu terhadap serangan Iran. Pertemuan tersebut akan dilakukan secara daring karena penutupan bandara.
Kapal Tanker Minyak Tenggelam
Sebuah kapal tanker minyak tenggelam setelah dihantam rudal Iran saat mencoba melewati Selat Hormuz. Perairan itu, yang dilalui seperempat dari minyak dunia dan seperlima dari seluruh gas alam cair bumi, kini diancam akan ditutup oleh pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC).
Laporan dikatakan television Iran. Namun tak jelas detik soal kapal tersebut.
OPEC Umumkan Peningkatan Produksi Minyak
Delapan negara OPEC+ mengumumkan peningkatan kuota produksi minyak kartel yang lebih besar dari perkiraan. Yaitu sebesar 206.000 barel per hari.
Kelompok tersebut, yang mencakup Arab Saudi dan Rusia, tidak secara eksplisit menyebutkan pecahnya konflik Iran. Tetapi menyebutkan "prospek ekonomi global yang stabil dan fundamental pasar yang sehat saat ini" sebagai alasan peningkatan tersebut.
Inggris Beri Warning ke Warga
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Inggris mendesak warga negaranya di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan UEA untuk berlindung. Mereka diminta tidak meninggalkan tempat.
'Kami sekarang menyarankan untuk menghindari semua perjalanan kecuali perjalanan penting ke Bahrain, Kuwait, Qatar, dan UEA," katanya di X dalam pembaruan terbarunya.
Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengatakan Iran telah melakukan "serangan balasan tanpa pandang bulu". Dikatakannya pula bahwa "dua rudal balistik yang ditembakkan ke arah Siprus", meskipun analis menilai kemungkinan besar tidak menargetkan pulau Mediterania tersebut.
Israel Serang Lagi Teheran
Tentara Israel kembali mengumumkan bahwa mereka melancarkan lagi serangan "skala besar" yang menargetkan "jantung Teheran". Menteri Pertahanan Israel Israel Katz juga memuji pembunuhan Khamenei sebagai "titik balik dalam perang".
"Ia memimpin kampanye penghancuran terhadap Negara Israel, ia membangun seluruh poros kejahatan di sekitar kita, dan di dalam Iran sendiri ia mengejar garis tanpa kompromi terhadap Negara Israel," kata Katz.
Iran Tunjuk Pemimpin Tertinggi Sementara
Iran menunjuk Ayatollah Alireza Arafi sebagai Pemimpin Tertinggi Sementara. Ini menjadi sebuah langkah penting dalam transisi kepemimpinan negara tersebut setelah kematian pemimpin lama Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara gabungan AS-Israel di Teheran pada Sabtu.
Arafi adalah seorang ulama senior. Ia orang dalam Khamenei yang sudah lama berkecimpung dalam hierarki agama dan politik Iran.
Pembunuhan Khamenei adalah Perang Terhadap Muslim
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pembunuhan Khamenei adalah deklarasi perang terhadap Muslim. Ia bahkan bersumpah akan membalas dendam.
Kepala keamanan Iran Ali Larijani kemudian berjanji akan menyerang AS dan Israel dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebelumnya, militer Iran mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka menargetkan pangkalan AS di wilayah Kurdistan Irak dan di Teluk sebagai tanggapan atas serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel.
AS Cegat Drone di Irak
Sistem pertahanan AS mencegat setidaknya dua drone pada hari Minggu, di atas kota Erbil di Irak utara. Sementara sirene berbunyi dari konsulat Amerika di sana.
Para pejabat AS juga memperingatkan warga di Bahrain untuk menghindari hotel di ibu kota Manama. Di sisi lain staf di kedutaan AS di Yordania diberitahu untuk menghindari kompleks kedutaan, dengan alasan risiko serangan.
Protes Meletus Dukung Iran Balas AS Bunuh Khamenei
Kerumunan dilaporkan berkumpul di selatan Iran untuk menyerukan pembalasan setelah pembunuhan Khamenei dalam serangan AS dan Israel. Pertemuan serupa terjadi di tempat lain di Iran termasuk di Teheran dan kota Yazd di bagian tengah.
Ratusan demonstran di Irak, yang secara resmi menyatakan tiga hari berkabung untuk Khamenei, juga mencoba menyerbu Zona Hijau di Baghdad. Ini merupakan tempat kedutaan AS berada.
Di Pakistan, sembilan orang tewas ketika ratusan demonstran mencoba menyerbu konsulat AS di kota besar Karachi, kata layanan penyelamatan setempat.
Ribuan Muslim Syiah bergabung dalam demonstrasi di Kashmir yang dikelola India, banyak di antaranya meneriakkan slogan anti-Israel dan anti-AS.
Badan Nuklir PBB akan Bertemu
Badan nuklir PBB akan mengadakan pertemuan luar biasa tentang Iran pada hari Senin. Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang berbasis di Wina mengatakan pertemuan itu atas permintaan Rusia, sekutu utama Teheran.
(sef/sef) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]