Iran Tunjuk Pemimpin Baru, Bersumpah Balas Dendam ke AS-Israel

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Minggu, 01/03/2026 18:36 WIB
Foto: (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran membentuk dewan kepemimpinan baru yang akan mengendalikan negara setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei terbunuh dalam serangan yang diluncurkan Amerika-Israel.

Konstitusi negara menetapkan bahwa jika pemimpin tertinggi tidak lagi berkuasa, dewan kepemimpinan sementara yang terdiri dari presiden, kepala peradilan, dan seorang ulama senior dari Dewan Penjaga yang berpengaruh harus mengambil alih tanggung jawabnya sampai pemimpin baru dipilih oleh Majelis Ahli yang beranggotakan 88 orang.

Mengutip laporan CNN, dewan tersebut diketuai Ayatollah Alireza Arafi, 67 tahun, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i, kepala peradilan.


Arafi adalah ulama terkemuka dengan rekam jejak di lembaga pemerintahan yang juga merupakan orang kepercayaan Khamenei. Saat ini ia menjabat sebagai wakil ketua Majelis Ahli dan telah menjadi anggota Dewan Penjaga yang berpengaruh, yang memeriksa calon pemilihan dan undang-undang yang disahkan oleh parlemen.

Sumpah balas dendam

Salah satu tokoh Iran paling berpengaruh yang masih hidup, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Larijani, bersumpah untuk balas dendam kepada Amerika, menyusul serangan yang menewaskan Khamenei.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga mengatakan bahwa negaranya memandang balas dendam sebagai "hak dan kewajiban yang sah."

"Amerika telah menusuk jantung rakyat Iran dan kami akan menusuk jantung mereka," kata Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

Ia berjanji akan melakukan pembalasan lebih lanjut terhadap AS dan Israel, dengan mengatakan bahwa "reaksi dari angkatan bersenjata kami akan jauh lebih kuat."


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Amerika Iran Diambang Perang