MARKET DATA

Khamenei Meninggal, Kubu Oposisi Reza Pahlavi Minta Warga Iran Bersiap

Verda Nano Setiawan ,  CNBC Indonesia
01 March 2026 10:45
Reza Pahlavi, putra Shah terakhir Iran yang diasingkan dan tokoh terkemuka dalam oposisi yang terpecah-pecah, berbicara selama konferensi pers di Washington, D.C., AS, Jumat (16/1/2026). (REUTERS/Jonathan Ernst)
Foto: Reza Pahlavi, putra Shah terakhir Iran yang diasingkan dan tokoh terkemuka dalam oposisi yang terpecah-pecah, berbicara selama konferensi pers di Washington, D.C., AS, Jumat (16/1/2026). (REUTERS/Jonathan Ernst)

Jakarta, CNBC Indonesia - Putra mendiang Shah Iran yakni Reza Pahlavi menyatakan bahwa Republik Islam Iran telah berakhir. Hal ini menyusul laporan mengenai terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Melalui unggahan di platform X pada Sabtu, Pahlavi menyebut kematian Khamenei sebagai akhir dari rezim yang menggulingkan ayahnya yang pro barat.

"Dengan kematiannya, Republik Islam secara efektif telah berakhir dan akan segera dibuang ke tong sampah sejarah," tulisnya di X dikutip dari Agence France-Presse, Minggu (1/3/2026).

Pahlavi pun memperingatkan agar tidak menunjuk pengganti Khamenei dan menyerukan aparat keamanan untuk bergabung dalam transisi.

"Kepada militer, pasukan keamanan, dan kepolisian, setiap upaya untuk menopang rezim yang runtuh pasti akan gagal," ujarnya.

Pahlavi, yang tampil sebagai tokoh transisi meskipun belum mendapatkan dukungan dari seluruh kubu oposisi, menyerukan kepada warga Iran untuk tetap waspada dan bersiap.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Data Intelijen, Khamenei Buat Rencana Darurat & Kabur dari Iran


Most Popular
Features