Internasional

Respons Negara Dunia AS Serang Iran, Rusia-Arab hingga China-Indonesia

sef, CNBC Indonesia
Minggu, 01/03/2026 03:30 WIB
Foto: Serangan AS-Israel ke Iran (AFP/ILIA YEFIMOVICH)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ramai-ramai negara-negara di Timur Tengah dan seluruh dunia menyuarakan kekhawatiran akan terjadinya konflik regional setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melakukan serangan ke Iran Sabtu. Serangan tersebut telah memicu sejumlah ledakan di negara-negara Arab yang memiliki pangkalan militer AS.

Lalu bagaimana respons mereka? Berikut rangkuman CNBC Indonesia, Minggu (1/3/2026).

Rusia

Rusia menyerukan warganya untuk meninggalkan Iran usai serangan dilakukan AS dan Israel ke Iran. Sementara mantan presiden Dmitry Medvedev mengatakan bahwa perundingan dengan AS hanyalah "kedok".


"Penjaga perdamaian itu berulah lagi," kata Medvedev, yang sekarang menjabat sebagai ketua dewan keamanan Rusia, dalam sebuah unggahan di X, dimuat AFP.

"Perundingan dengan Iran hanyalah kedok. Semua orang tahu itu. Jadi siapa yang lebih sabar menunggu akhir yang menyedihkan bagi musuh sekarang?" tambahnya.

Qatar

Qatar, yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS, awalnya mengatakan bahwa negaranya aman setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran yang bertetangga. Tetapi negeri itu, akan tetap memantau perkembangan dengan cermat.

Seorang pejabat kemudian mengatakan kepada AFP bahwa sistem pertahanan Qatar telah mencegat rudal Iran. Kementerian pertahanan mengatakan telah menangkis "sejumlah serangan".

Uni Eropa

Uni Eropa memperingatkan bahwa situasi di kawasan itu "berbahaya". Kelompok negara itu menyerukan agar warga sipil dilindungi dalam konflik yang mungkin terjadi.

Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen, pada tanggal X, mendesak semua pihak untuk menahan diri. Ia menekankan bahwa sangat "penting" untuk "memastikan keamanan nuklir" setelah AS mengindikasikan bahwa situs nuklir Iran menjadi sasaran mereka.

Diplomat utama Uni Eropa, Kaja Kallas, yang mengatakan situasinya berbahaya. Ia mengumumkan penarikan personel non-esensial blok tersebut dari wilayah tersebut.

Inggris

Pemerintah Inggris khawatir serangan udara tersebut dapat memicu konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Ia mendesak warganya di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan UEA untuk mencari perlindungan.

"Kami tidak ingin melihat eskalasi lebih lanjut menjadi konflik regional yang lebih luas," kata juru bicara pemerintah, menambahkan bahwa "prioritas utama" Inggris adalah keselamatan warganya di wilayah tersebut.

Eks Putra Sah Iran

Reza Pahlavi, putra raja Iran terakhir dan kritikus terkemuka Teheran memberi komentar soal serangan AS ke Iran. Ia mengatakan bahwa "kita sangat dekat dengan kemenangan akhir" setelah serangan udara tersebut.

"Saya ingin berada di sisi Anda sesegera mungkin sehingga bersama-sama kita dapat merebut kembali dan membangun kembali Iran," kata Pahlavi, yang tinggal di pengasingan di wilayah Washington, dalam sebuah pesan kepada warga Iran.

Yordania

Militer Yordania mengatakan angkatan udaranya sedang bekerja pada hari Sabtu untuk melindungi kerajaan dan rakyatnya. Seorang pejabat militer kemudian mengatakan bahwa dua rudal balistik yang menargetkan wilayah kerajaan "berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Yordania".

Ukraina

Ukraina berpendapat bahwa "kekerasan pemerintah Iran terhadap rakyatnya sendiri dan negara lain" telah memicu serangan AS dan Israel terhadap Teheran. Ukraina sendiri masih berperang dengan Rusia.

"Alasan dari peristiwa saat ini adalah kekerasan dan kesewenang-wenangan rezim Iran, khususnya pembunuhan dan penindasan terhadap para demonstran damai, yang telah menjadi sangat besar dalam beberapa bulan terakhir," kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.

Arab Saudi

Pernyataan tegas Arab Saudi dilaporkan saat Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) melakukan percakapan telepon dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Ia mendesak penghentian eskalasi dan kembali ke dialog setelah rudal Iran menargetkan negara-negara di seluruh Teluk.

"Kedua pihak menekankan perlunya penghentian segera terhadap tindakan eskalasi apa pun dan kembali ke meja dialog untuk menjaga keamanan regional dan mencegah pergeseran menuju konfrontasi yang lebih luas," bunyi pernyataan keduanya.

Prancis

Prancis, mengatakan bahwa prioritas Paris adalah keselamatan warganya. Sama seperti AS, negara ini memiliki beberapa pangkalan militer di Timur Tengah, terutama di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordania,

"Jelas prioritas kami dalam kasus-kasus seperti ini adalah perlindungan warga negara kami, perlindungan pasukan kami di wilayah tersebut, dan pemantauan situasi secara real-time, yang sedang kami lakukan," kata Alice Rufo, wakil menteri pertahanan, kepada televisi France 2.

Uni Afrika

Uni Afrika menyerukan pengekangan, de-eskalasi dan dialog berkelanjutan. Ini setelah serangan tersebut, memperingatkan bahwa konflik dapat berisiko membahayakan masyarakat di benua itu.

"Eskalasi lebih lanjut berisiko memperburuk ketidakstabilan global, dengan implikasi serius bagi pasar energi, ketahanan pangan, dan ketahanan ekonomi, khususnya di Afrika, di mana konflik dan tekanan ekonomi tetap akut," kata kepala badan pan-Afrika tersebut, Mahamoud Ali Youssouf.

Kanada

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan dukungannya untuk serangan AS yang menargetkan Iran. Ia mengatakan Teheran telah gagal membongkar program nuklirnya dan menghentikan dukungannya terhadap kelompok-kelompok militan.

"Kanada mendukung tindakan Amerika Serikat untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dan untuk mencegah rezimnya mengancam perdamaian dan keamanan internasional lebih lanjut," kata Carney dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan dari Mumbai, tempat ia melakukan kunjungan resmi.

"Terlepas dari upaya diplomatik, Iran belum sepenuhnya membongkar program nuklirnya, menghentikan semua kegiatan pengayaan, atau mengakhiri dukungannya terhadap kelompok-kelompok proksi teroris regional," tambah pernyataan itu.

China

China sendiri belum memberi respons. Namun sejak Jumat negara itu meminta warganya untuk mengungsi dari Iran sesegera mungkin. 

"Warga negara China yang saat ini berada di Iran disarankan untuk meningkatkan tindakan pencegahan keselamatan dan mengungsi sesegera mungkin," kata kementerian luar negeri dalam pernyataan di media sosial.

Kementerian Luar Negeri meminta warganya untuk menghindari perjalanan ke Iran untuk sementara waktu "mengingat situasi keamanan saat ini". Lembaga itu menambahkan bahwa kedutaan dan konsulat China di Iran dan negara-negara tetangga akan memberikan bantuan yang diperlukan kepada warga negaranya yang ingin pindah melalui penerbangan komersial atau jalur darat.

Sementara itu, kedutaan besar China di Israel memperingatkan warganya untuk tetap waspada. Bahkan mereka diminta menghindari keluar rumah kecuali jika diperlukan.

Indonesia

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menegaskan Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran. Ini telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan ini disampaikan Kemlu RI di postingan X, Sabtu. Kemlu RI pun menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi.

"Indonesia kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai," tulis Kemlu RI.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Iran Beli Rp 10 T Rudal Rusia, Siap-Siap Perang Lawan Amerika?