IKN Dapat Dana Hibah dari AS US$ 2,49 Juta, Begini Respons Basuki
Jakarta, CNBC Indonesia - Ibu Kota Nusantara (IKN) mendapat suntikan dana hibah dari Amerika Serikat senilai US$ 2,49 juta atau sekitar Rp 41,9 miliar (kurs Rp 16.825 per dolar AS). Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat perencanaan Smart City di ibu kota baru Indonesia.
Hibah ini disalurkan melalui U.S. Trade and Development Agency (USTDA) dan ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja sama antara Otorita IKN dan Pemerintah AS pada Rabu (25/02/2026) di Kantor Otorita IKN.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut dukungan tersebut. Ia turut menegaskan, transformasi digital menjadi fondasi pembangunan Nusantara.
"Visi kami jelas, yaitu Nusantara harus menjadi kota yang hijau, berkelanjutan, dan secara fundamental cerdas," ujar Basuki dikutip dari laman resmi IKN, Sabtu (28/2/2026).
Ia menjelaskan, asistensi teknis dari hibah ini akan digunakan untuk menyusun berbagai dokumen strategis, mulai dari Smart City Enterprise Architecture, paket pengadaan yang siap investasi, model pembiayaan dan investasi, hingga kerangka kerja berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).
Selain itu, akan disusun pula peta jalan peningkatan kapasitas (capacity building roadmap) dan tahapan implementasi agar pengembangan Smart City IKN berjalan terstruktur dan transparan.
Foto: (Dok. IKN)Taman Bundaran Sumbu Kebangsaan Timur di IKN. (Dok. IKN) |
USTDA sendiri merupakan lembaga independen Pemerintah AS yang bertujuan mendorong pembangunan ekonomi di negara berkembang sekaligus memperkuat hubungan perdagangan dan investasi. Dukungan ini dinilai mencerminkan kepercayaan internasional terhadap visi IKN sebagai kota masa depan berbasis teknologi dan keberlanjutan.
Proyek ini melibatkan konsorsium yang dipimpin Eficens Systems Inc sebagai pelaksana teknis. Sejumlah mitra lain turut terlibat, seperti Frost & Sullivan (AS dan Indonesia), ASECH Indonesia, Mirekel, serta PT Searce Technologies Indonesia yang merupakan partner Google Cloud Platform.
Anggota Dewan Frost & Sullivan Amerika sekaligus Project Director inisiatif ini, Subhranshu Sekhar Das, menyebut Nusantara berpeluang menjadi lebih dari sekadar kota cerdas. Menurutnya, IKN dapat berevolusi menjadi "Cognitive City", yakni kota dengan sistem kecerdasan adaptif yang mampu belajar dan mengoptimalkan tata kelola, infrastruktur, serta layanan publik melalui pemanfaatan teknologi seperti agentic AI dan platform pengetahuan terfederasi.
"Nusantara memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar kota cerdas, Nusantara dapat berevolusi menjadi Cognitive City," kata ia.
Pada hari yang sama, juga digelar rapat proyek perdana yang dihadiri Senior Representative USTDA untuk Indonesia, Yolanda Hanna, bersama jajaran konsorsium. Melalui hibah ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya agar Nusantara tidak hanya dibangun secara fisik, tetapi juga dirancang dengan sistem digital yang matang dan siap investasi. Cetak biru yang disusun diharapkan menjadi model pengembangan kota cerdas, baik di Indonesia maupun tingkat global.
(wur/wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
Foto: (Dok. IKN)