Internasional

Siaga Perang AS-Iran! Trump Sudah Kesal dan Beri Kode Ini

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Sabtu, 28/02/2026 09:30 WIB
Foto: Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan di Ruang Sidang DPR di Gedung Capitol AS di Washington, D.C., AS, 24 Februari 2026. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Jakarta, CNBC Indonesia - Citra satelit menunjukan peningkatan jumlah pesawat militer Amerika Serikat di Pangkalan udara Pangeran Sultan, Arab Saudi, termasuk pesawat tanker pengisian bahan bakar dan pesawat pengintai. Hal itu terjadi dalam periode empat hari di bulan ini.

Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Melansir Reuters, berdasarkan citra resolusi tinggi yang diambil pada 21 Februari, setidaknya 43 pesawat terlihat dipangkalan yang telah menjadi basis pasukan AS beberapa dekade. Jumlah ini naik dibandingkan 27 pesawat yang terlihat di 17 Februari dan 38 pesawat di 25 Februari.


Padahal, Arab Saudi yang merupakan sekutu lama Amerika Serikat, sempat mengatakan kepada Iran bulan lalu, bahwa mereka tidak akan mengizinkan wilayah udara atau teritorinya digunakan untuk aksi militer terhadap mereka. Hal itu

Ada Pesawat Boeing K-135 Stratotanker

Analis citra forensik dari Contested Ground, William Goodhind, mengatakan pesawat dalam citra 21 Februari tersebut mencakup 13 Boeing KC-135 Stratotanker dan enam pesawat Boeing E-3 Sentry yang dikenal sebagai AWACS, di antara total 29 pesawat besar bersayap menyapu (swept-wing) yang diparkir di pangkalan.

Dalam citra resolusi menengah pada 17 Februari, terlihat 11 pesawat besar bersayap menyapu, menurut penghitungan Reuters.

Saat diminta komentar mengenai hal ini, Pentagon mengatakan tidak memiliki pernyataan untuk disampaikan. Militer AS biasanya tidak mengomentari pergerakan pasukan.

Sedangkan kantor media pemerintah Arab Saudi tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Namun, Oman yang menjadi mediator antara Amerika Serikat dan Iran, mengatakan kedua pohak membuat kemajuan dalam pembicaraan pada Kamis lalu. Meskipun belum ada tanda terobosan yang dapat mencegah kemungkinan serangan AS.

Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Albusaidi mengatakan pada Kamis bahwa kedua pihak berencana melanjutkan negosiasi segera setelah konsultasi di ibu kota masing-masing negara, dengan pembahasan tingkat teknis dijadwalkan berlangsung pekan depan di Wina.

Presiden AS Donald Trump pada 19 Februari lalu mengatakan bahwa Iran harus mencapai kesepakatan dalam 10 - 15 hari, dia juga memberikan peringatan secara tidak langsung.

"Hal-hal yang sangat buruk akan terjadi."

Perbandingan citra satelit pada awal Februari dengan yang diambil pada Januari juga menunjukkan peningkatan jumlah pesawat dan peralatan militer lainnya di seluruh kawasan.

Citra satelit terbaru juga menunjukkan Iran memperbaiki dan memperkuat sejumlah lokasi, termasuk situs militer sensitif yang dilaporkan dibom oleh Israel pada 2024.

Foto: (via REUTERS/2026 PLANET LABS PBC)
Gambar gabungan dari citra satelit menunjukkan pesawat-pesawat di Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi pada 17 Februari 2026 (kiri), dan pada 21 Februari 2026 (kanan). (Planet Labs PBC/Handout via REUTERS)

Trump Tidak Senang dengan Hasil Negosiasi AS-Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kekecewaannya atas Negosiasi AS dengan Iran mengenai program nuklirnya. Bahkan Trump memberikan ancaman "terkadang anda harus menggunakan kekuatan".

Hal itu dia ungkapkan di tengah kehadiran militer besar-besaran di kawasan yang dapat menjadi pertanda serangan terhadap Iran.

Trump memang telah meningkatkan tekanan diplomatik dan militer terhadap Iran dalam beberapa pekan lalu pasca demonstrasi di Iran, dengan tujuan membuat penguasa negara itu melepaskan nuklir dan aktivitas lain. Yang dapat diartikan bersifat mengganggu stabilitas.

Setelah putaran baru perundingan pada Kamis, di Jenewa berakhir tanpa kesepakatan, terlihat kesabaran Trump mulai menipis. Meskipun dia belum membuat keputusan akhir mengenai penggunaan kekuatan.

"Mereka tidak mau mengatakan kata-kata kunci.'kami tidak memiliki senjata nuklir'," kata Trump, sebelum acara di Corpus Christi, Texas, mengutip Reuters, Sabtu (28/2/2026).

"Jadi saya tidak senang dengan negosiasi ini," tambahnya.


(emy/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pekan Ini, Iran-AS Lanjut Negosiasi Nuklir di Jenewa