Internasional

Rusia Respons soal RI Gabung Board of Peace, Blak-blakan Bilang Begini

Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
Jumat, 27/02/2026 14:40 WIB
Foto: Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov. (Dok. Kedubes Rusia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Rusia merespons keputusan Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace (BoP) serta rencana pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke Gaza. Moskow menegaskan menghormati langkah tersebut sebagai keputusan berdaulat Indonesia, meski Rusia sendiri tidak terlibat dalam mekanisme BoP.

Hal tersebut disampaikan oleh Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Tolchenov. Kepada awak media, ia mengatakan Rusia memahami alasan dibalik keputusan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

"Kami menghormati keputusan berdaulat Indonesia dan memahami alasan di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto," kata Tolchenov dalam konferensi pers di kediaman Duta Besar Rusia di Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).


Tolchenov menyebut Rusia memahami keinginan Indonesia untuk melindungi rakyat Palestina dan mendorong solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik di Timur Tengah.

"Presiden dan Menteri Luar Negeri Indonesia menyampaikan bahwa Indonesia tetap menginginkan solusi dua negara di Palestina dan Timur Tengah," ujarnya.

Namun, ia menegaskan Rusia tidak berpartisipasi dalam pembentukan BoP dan tidak mendukung resolusi yang menjadi dasar pembentukannya. "Rusia tidak ikut serta dan bahkan tidak memberikan suara," katanya.

Menurut Tolchenov, BoP tidak secara eksplisit memuat agenda solusi dua negara, termasuk pembentukan atau pengakuan negara Palestina. Ia juga menyoroti tidak adanya perwakilan Palestina dalam struktur BoP.

"Dalam BoP tidak ada pembahasan tentang solusi dua negara. Tidak ada soal pendirian atau pengakuan negara Palestina. Palestina juga tidak terwakili, sementara Israel ada," ujarnya.

Tolchenov menambahkan Rusia melihat kemungkinan BoP dimanfaatkan oleh Amerika Serikat untuk kepentingan lain di luar konflik Gaza.

"Tampaknya Presiden Donald Trump dan Amerika ingin menggunakan BoP bukan hanya untuk Timur Tengah, tetapi juga sebagai kendaraan untuk menangani krisis regional lain," katanya.

Ia menilai BOP tidak merepresentasikan mayoritas kekuatan global karena sejumlah negara besar, termasuk Rusia dan China, tidak ikut serta.

Meski demikian, Rusia menegaskan tetap menghormati keputusan negara-negara yang bergabung dalam BoP dan akan mencermati perkembangannya.

"Proses ini baru dimulai. Kami tidak mengatakan mendukung, tetapi kami menghormati keputusan negara-negara yang bergabung dan akan melihat apa yang dilakukan," ujarnya.

Tolchenov menegaskan Rusia tetap berkomitmen mendorong penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui solusi dua negara. Rusia juga menyatakan telah mengakui negara Palestina dan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui jalur bilateral.

"Tujuan akhirnya adalah dua negara di Timur Tengah, Israel dan Palestina. Kami memiliki jalur bilateral dan komunikasi langsung dengan para pemimpin Palestina," pungkasnya.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Media Israel Sebut RI Siap Kirim 8.000 Pasukan ke Gaza