MARKET DATA

Produksi Dipotong Pasokan Batu Bara Untuk Listrik Aman? Ini Kata ESDM

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
27 February 2026 14:55
Aktivitas pertambangan batubara milik Bayan Resources di Tabang/Pakar, Kalimantan, Jumat (17/11/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Aktivitas pertambangan batubara milik Bayan Resources di Tabang/Pakar, Kalimantan, Jumat (17/11/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara terkait kabar sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang disebut mengalami kekurangan pasokan batu bara. Isu ini mencuat di tengah belum terbitnya persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta rencana penyesuaian produksi batu bara.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan, pemerintah telah melakukan koordinasi intensif dengan PT PLN (Persero) untuk memastikan kecukupan pasokan energi primer, khususnya batu bara.

"Kami juga sudah berkoordinasi juga dengan PLN. Ini berapa kebutuhan energi primer yang berasal dari batu bara, ini agar PLN itu menyampaikan, itu pembangkit-pembangkit mana yang urgent dan juga untuk kebutuhan tersebut," ujar Yuliot ditemui di Kementerian ESDM Jumat (27/2/2026).

Menurut Yuliot, secara umum kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik dalam negeri seharusnya cukup. Pasalnya, kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) mewajibkan sekitar 30% dari total produksi batu bara dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk pembangkit listrik.

"Jadi, secara kebutuhan itu seharusnya mencukupi," kata Yuliot.

Namun demikian, ia mengakui persoalan yang muncul lebih banyak berkaitan dengan pengiriman dari lokasi tambang ke pembangkit. Menurutnya, sistem pemesanan dan pengadaan harus berjalan tepat waktu agar tidak terjadi kekurangan stok di lapangan.

"Jadi, misalnya ada pembangkit yang minimal cadangan energi primernya itu adalah 20 hari. Jadi, kalau sudah berkurang dari 20 hari, bagaimana sistem order ini disampaikan dan juga berdasarkan RKAB yang ada itu juga nanti akan dilihat dan dalam ini proses pengadaan itu jangan sampai itu terjadi keterlambatan," katanya.

Lebih lanjut, Yuliot menambahkan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga memberikan perhatian serius terhadap isu ini. Mengingat, pihaknya tidak ingin terjadi gangguan pasokan energi primer yang dapat berdampak pada operasional pembangkit listrik dalam negeri.

"Energi primer kan bukan hanya batu bara tetapi juga yang terkait dengan ketersediaan LNG bagi pembangkit dan juga yang disalurkan melalui gas pipa itu juga menjadi prioritas kita," kata Yuliot.

(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pakai Teknologi Ini, 47 PLTU Bisa Tekan Konsumsi Batu Bara


Most Popular
Features