MARKET DATA

Segera Diumumkan! RI Punya Proyek Sampah Jadi Listrik di 4 Kota

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
27 February 2026 12:25
Foto udara gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (5/11/2021).  Lokasi ini merupakan tempat pemilahan sampah organik dan anorganik, di komplek TPA terbesar di Nusa Tenggara Barat NTB. Dari sini, proses pengolahan sampah menjadi pelet RDF (Refuse Derived Fuel) dibuat, yang merupakan pengganti bahan bakar batubara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang, Lombok Barat. Sampah diproses di mesin pencacah ukuran 5-8 mm untuk berikutnya dimasukkan ke mesin pengepresan menjadi pelet RDF. Pelet akan dikeringkan di bawah sinar matahari sebelum dikirim ke PLTU Jeranjang. Di pembangkit listrik itu pelet dibakar melalui sistem co-firing.
Setiap hari, sekitar 300 ton sampah dari Kota Mataram dan Lombok Barat diantar ke TPA ini. Namun, menurut jumlah yang diolah menjadi pellet baru 100 hingga 200 kilogram. 
Kementerian PUPR memfasilitasi lahan seluas 40 are (4 ribu meter persegi) di sekitar TPA. Di bangunan tersebut, semua fasilitas yang dibutuhkan untuk pengolahan sampah menjadi pellet disediakan. 
Penelitian masih dilakukan agar sampah non-organik bisa lebih banyak diolah. Saat ini, komposisi pelet terdiri 95 persen sampah organik dan 5 persen anorganik. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Foto: Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memastikan penetapan pemenang tender proyek Waste to Energy (WTE) tahap pertama untuk dua kota, yakni Denpasar (Bali) dan Bekasi, akan dilakukan dalam waktu dekat.

Adapun, penetapan ini merupakan bagian dari pengembangan proyek WTE di empat kota pada tahap awal, yaitu Bekasi, Denpasar, Yogyakarta, dan Bogor.

Director Investments Danantara Investment Management (DIM) Fadli Rahman mengatakan pihaknya tengah mengejar penyelesaian proses administrasi dan finalisasi dokumen agar pengumuman mitra terpilih dapat segera dilakukan.

"Jadi kita intensinya bener-bener menyampaikan ke calon mitra itu, iya anda terpilih sebagai mitra untuk di Denpasar sama di Bekasi. Itu kita kejar banget lah dalam waktu dekat," kata Fadli di Wisma Danantara, dikutip Jumat (27/2/2026)

Ia menjelaskan, proses tender untuk Bali, Bekasi, Bogor, dan Yogyakarta saat ini masih berlangsung. Adapun penandatanganan resmi kerja sama dengan para pemenang direncanakan dilakukan pada pekan kedua Maret 2026 oleh CEO BPI Danantara Rosan Roeslani.

"Nanti akan diumumkan rencana akan ditandatangani oleh Pak Rosan (CEO Danantara) di Maret 2026," katanya.

Sebagaimana diketahui, program Waste to Energy (WTE) kini telah memasuki fase tender. Sebanyak 24 perusahaan internasional berpengalaman tercatat sebagai peserta dalam proses tersebut.

Seluruh peserta yang lolos seleksi diwajibkan membentuk konsorsium sebagai bagian dari persyaratan tender. Dari total 24 peserta itu, sebanyak 20 perusahaan berasal dari China, tiga dari Jepang, dan satu dari Prancis.

"Pada saat kita buka tender kemarin, kita bilang eh ini ada nilai untuk local partner. Jadi mereka udah gandeng duluan. Pas saat mereka submit proposal itu mereka udah bilang saya kawin sama si A. Ada yang ini swasta ada yang BUMN. Jadi terserah mereka saja," kata Fadli.

(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ada Ratusan! Pemerintah Jaring Investor Pengembang Sampah Jadi Listrik


Most Popular
Features