Harita Nickel Support Program Pemprov Malut di Peningkatan SDM

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Jumat, 27/02/2026 08:34 WIB
Foto: Acara pembukaan PELITA Harita Nickel Angkatan IV untuk melatih usia produktif terampil menggunakan alat overhead crane di area operasi tambang. (Dok. Harita Nickel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu visi misi Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) adalah transformasi sumber daya manusia (SDM) berkualitas khususnya di bidang pendidikan dan keterampilan kerja. Hal ini tentu perlu mendapat dukungan berbagai pihak, termasuk sector swasta seperti dari pelaku industri.

Harita Nickel, sebagai pelaku industri hilirisasi nikel yang beroperasi di wilayah Malut, khususnya Pulau Obi, Halmahera Selatan, mendukung pencapaian visi misi tersebut melalui perbaikan keterampilan SDM usia produktif di program vokasi Peningkatan Keahlian Keterampilan Pemuda (PELITA).

Program ini pada tahun ini telah memasuki Angkatan IV. Artinya, program dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Pada program ini, sebanyak 40 pemuda Pulau Obi mengikuti pelatihan operator overhead crane bersertifikasi sebagai bagian dari upaya perusahaan membangun kesiapan tenaga kerja yang selaras dengan kebutuhan operasi industri hilirisasi nikel.


Adapun program ini untuk meningkatkan keterampilan kerja masyarakat Pulau Obi, Maluku Utara sehingga bisa terserap ke industri pertambangan dan pengolahan nikel.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Utara menyebutkan per Februari 2026 baru sebanyak 25,23% pekerja yang terserap ke sektor industri pengolahan (pengolahan bijih nikel ada di dalamnya). Hal ini mengindikasikan adanya skill gap sehingga masyarakat Maluku Utara belum terserap optimal ke dalam sektor formal.

Foto: Seorang peserta PELITA Angkatan II sedang mendapat pelatihan oleh seorang trainer untuk mengoperasikan alat di area pabrik pengolahan Harita Nickel. (Dok. Harita Nickel)

Program PELITA merupakan inisiatif vokasi Harita Nickel yang dirancang untuk membekali pemuda lokal dengan keterampilan sesuai kebutuhan industri pertambangan. Pelatihan mencakup pengoperasian alat berat hingga penguasaan Bahasa Mandarin, sebagai upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal dan memperluas keterlibatan masyarakat dalam rantai nilai industri nikel.

Program ini berlangsung selama 3 bulan dengan memadukan pembinaan keterampilan, pembinaan fisik, dan pembinaan kedisiplinan sehingga para peserta dapat lulus dengan etos kerja industri yang kuat. Para peserta juga menjalani sertifikasi keahlian sehingga keahliannya mendapat legitimasi untuk digunakan di perusahaan atau industri lainnya.

Community Development Manager Harita Nickel, Broto Suwarso menyebut inisiatif vokasi PELITA adalah wujud keberpihakan perusahaan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Strategi ini bertujuan agar masyarakat dapat menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, dengan kompetensi yang teruji.

"Target kami jelas, agar pemuda lokal memiliki peluang karier yang lebih baik. Terbukti, sebagian besar lulusan PELITA angkatan sebelumnya telah terserap dan bekerja di lingkungan operasi perusahaan," ungkap dia dikutip Jumat (27/2/2026).

Foto: Para peserta PELITA Angkatan IV-2026

Dampak program ini dirasakan langsung oleh La Rehan, salah satu peserta PELITA angkatan IV asal Desa Soligi. Sebelumnya ia bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas dan mengikuti seleksi untuk mendapatkan kesempatan belajar keterampilan baru.

"Saya sangat senang bisa terpilih. Program ini memberikan kesempatan bagi kami warga lokal yang minim pengalaman untuk memiliki keterampilan industri. Saya berharap ini menjadi batu loncatan untuk pengembangan karier saya ke depan," ungkapnya.

Sebagai informasi Program PELITA berjalan dalam beberapa angkatan. Angkatan pertama mencetak 14 operator Wheel Loader, disusul angkatan kedua dengan 28 operator Overhead Crane yang kini bekerja di fasilitas pemrosesan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF).

Sementara itu, angkatan ketiga yang memfokuskan pada keahlian Bahasa Mandarin telah meluluskan 22 peserta yang kini akan memasuki tahap pemagangan.

Konsistensi pelaksanaan program PELITA mencerminkan pendekatan Harita Nickel dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif di Pulau Obi. Melalui penguatan kompetensi lokal, perusahaan tidak hanya mendukung pemberdayaan masyarakat, tetapi juga memperkuat fondasi operasional yang aman, adaptif, dan berorientasi jangka panjang.


(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Terapkan Tata Kelola ESG, Harita Nickel Raih Anugerah ESG 2026