Pasukan Rusia meluncurkan 420 drone dan 39 rudal ke Ukraina semalaman, Kamis (26/2/2026) hingga Jumat (27/2/2026). Beberapa foto kehancuran memperlihatkan dampak serangan tersebut di Zaporizhzhia, Ukraina. (REUTERS/Stringer)
Serangan yang terjadi di beberapa kota, termasuk menyasar infrastruktur energi. Ini terjadi beberapa jam sebelum pejabat Ukraina dan AS bertemu di Jenewa untuk melakukan pembicaraan.(REUTERS/Stringer)
"Semalam, Rusia sekali lagi melancarkan perang terhadap infrastruktur penting dan bangunan tempat tinggal biasa," kata Presiden Ukraina Zelensky, dikutip AFP. (REUTERS/Stringer)
Dilaporkan puluhan orang terluka dalam serangan di delapan wilayah, dengan infrastruktur gas dan gardu induk menjadi sasaran di beberapa daerah, termasuk di luar Kyiv. (REUTERS/Stringer)
Rentetan serangan ini memperpanjang daftar pemboman semalam yang dihadapi Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Rusia terus menargetkan kota-kota besar dengan rudal dan drone di tengah kondisi musim dingin yang ekstrem. (REUTERS/Stringer)
Perlu diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin memulai perang ini empat tahun lalu dengan alasan untuk membebaskan kelompok berbahasa Rusia di Ukraina Timur yang disebutnnya mendapatkan persekusi yang keras dari Kyiv. Selain itu, hal ini dilakukan agar Ukraina membatalkan rencananya untuk masuk ke dalam NATO.(REUTERS/Stringer)
Amerika Serikat (AS) saat ini tengah berupaya keras untuk mengakhiri konflik. Washington diketahui berencana bertemu delegasi Moskow di Jenewa dalam waktu dekat. (REUTERS/Gleb Garanich)
Potret ini menunjukkan suasana malam saat kejadian. (Press service of the State Emergency Service of Ukraine/Handout via REUTERS)
Perang telah merenggut ratusan ribu nyawa. Pertempuran keduanya menghancurkan sebagian besar wilayah, terutama di kawasan timur dan selatan Ukraina. (REUTERS/Gleb Garanich)