Internasional

Palestina Resmi Buka Kantor Penghubung BoP-Gaza, RI Beri Dukungan

Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
Kamis, 26/02/2026 19:30 WIB
Foto: REUTERS/Mahmoud Issa

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Palestina resmi membentuk kantor penghubung untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan Board of Peace (BoP). Langkah ini menjadi bagian dari kesiapan Palestina menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan stabilisasi di Jalur Gaza.

Pembentukan kantor tersebut disampaikan Wakil Presiden Palestina Hussein Al-Sheikh dalam surat kepada Perwakilan Tinggi Board of Peace untuk Gaza Nickolay Mladenov, seperti dikutip kantor berita Palestina WAFA, Kamis (26/2/2026).

Dalam surat itu, Al-Sheikh menegaskan bahwa kantor penghubung dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa dan telah siap menjalankan tugas penuh di Gaza.


"Kantor tersebut sepenuhnya siap untuk menjalankan tanggung jawabnya, memastikan saluran yang jelas dan terorganisir untuk koordinasi dan komunikasi," tulis Al-Sheikh.

Ia menyampaikan bahwa seluruh komunikasi dengan Board of Peace dilakukan dalam kerangka mendukung jalur politik yang dipimpin Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, termasuk Rencana Perdamaian 20 Poin dan implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 (2025).

Menurut Al-Sheikh, pembentukan kantor penghubung, Kantor Perwakilan Tinggi Board of Peace, serta Komite Nasional untuk Administrasi Gaza merupakan langkah transisi konkret guna mendukung stabilitas jangka panjang di Gaza dan Tepi Barat.

"Langkah-langkah ini akan membantu meringankan penderitaan rakyat kami tanpa menciptakan dualitas pemerintahan, hukum, dan keamanan," ujarnya.

Dukungan terhadap langkah Palestina itu datang dari Indonesia. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyambut baik pembentukan kantor penghubung tersebut saat bertemu Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina Varsen Aghabekian Shahin di sela Sidang ke-61 Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa.

Sugiono menilai keberadaan liaison office dapat memperkuat koordinasi dengan Board of Peace dalam mendorong perdamaian berkelanjutan di Gaza. Ia juga menegaskan keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace dan International Stabilization Force (ISF) bersifat kemanusiaan.

"Fokus utama kontingen Indonesia adalah perlindungan warga sipil dan dukungan kemanusiaan," kata Sugiono.

Lebih lanjut, Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk memastikan proses transisi di Palestina berjalan sejalan dengan hukum internasional, menjaga keberlanjutan gencatan senjata, serta mendorong proses politik yang kredibel menuju solusi dua negara (two-state solution).


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Warga Gaza & Tepi Barat Sambut Ramadan di Tengah Tekanan Israel